iklan di pojokbanua

Panen Berkali-kali, Program Elecricfying Agriculture PLN Untungkan Petani Buah Naga

waktu baca 2 menit
Jumat, 23 Des 2022 20:14 0 Nanang Apidae

POJOKBANUA, TANAH LAUT – Program Electrifying Agriculture, memanfaatkan energi listrik melalui penerangan menggunakan lampu bohlam pada budi daya buah naga. Mampu memberikan dampak yang luar biasa terhadap produktivitas pohon hingga petani untung hingga berkali-kali.

Ketua Kelompok Petani Buah Naga Tani Makmur, Suhardianto merasa dampak dari penggunaan lampu penerangan tersebut terhadap budi daya buah naga miliknya.

“Semenjak menggunakan penerangan untuk kebun buah naga saya, alhamdulillah buah naganya jadi lebih produktif. Buahnya juga bagus besar dan tebal,” ujarnya kepada awak media, Jumat (23/12/2022).

Kata dia, setelah menerapkan lampu penerangan, dari 1 hektare lahan yang dikelola, produktivitas mereka meningkat dari 100 kilogram setiap kali panen menjadi lebih 200 kilogrm per masa panen.

Alhasil, pendapatan pun melejit dua kali lipat dari sekali panen yang dulu hanya menghasilkan laba Rp1,4 juta. Sekarang melesat menjadi Rp3,5 juta dalam sekali panen, bahkan dirinya mengungkapkan kebun buah naga miliknya bisa panen tiga bulan sekali.

“Ini termasuk buah naga yang berbuah di luar musim, dengan harga rata-rata tahunan Rp14 ribu per kilogram,” ucapnya.

Dia bilang, kini konsep tersebut telah diinisiasi kepada seluruh anggota Tani Makmur agar budi daya buah naga di desanya dapat berkembang secara optimal. Dengan penerapan konsep yang dibagikan, produksi Buah Naga di Desa Kait-kait, Tanah Laut mengalami peningkatan panen buah bahkan di luar musimnya.

Meski ada biaya investasi yang harus dikeluarkan di awal pemakaian, namun dipastikan biaya itu masih lebih rendah dari hasil penjualan buah naga. Kini, Suhardianto memiliki 1 hektare buah naga yang dikelolanya.

Melihat potensi tersebut, PLN pun merespons dengan memberikan kerja sama program TJSL dengan bantuan budi daya kebun buah naga menggunakan penerangan. Bantuan yang disalurkan berupa kemudahan pemasangan jaringan listrik dan bohlam khusus untuk buah naga, kerja sama tersebut telah berjalan selama 7 bulan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Muhammad Joharifin mengatakan, pihaknya siap mendukung kemajuan petani dengan beralih menerapkan pertanian modern melalui Electrifying Agriculture. Program ini mampu meningkatkan produktivitas buah naga dan telah dibuktikan sendiri oleh petani buah naga.

“Kami siap mendukung pengembangan sektor pertanian modern melalui program Electrifying Agriculture. Hal ini terbukti, dapat memberi manfaat peningkatan terhadap budi daya buah naga, sehingga mampu memberi kesejahteraan dan harapan baru bagi petani buah naga,” tuturnya.

Program Electrifying Agriculture PLN diharapkan membawa pertanian Indonesia semakin maju, modern dan mandiri. “Kami berharap program ini bisa menyokong sektor pertanian nasional, serta membawa kesejahteraan bagi para petani,” tutupnya. (NS/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA