iklan di pojokbanua

Dinas PUPR Paparkan Masterplan Penanganan Banjir, DPRD Banjarbaru Beri Catatan

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Mei 2024 07:35 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Dinas PUPR Banjarbaru memaparkan hasil masterplan penanganan banjir tahin 2023, dalam rapat kerja bersama Komisi III DPRD Banjarbaru, di Ruang Yakut Baru DPRD Banjarbaru, Selasa (14/5/2024).

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banjarbaru, Muhammad Deny Pramudji mengatakan, dari hasil kajian masterplan banjir, Banjarbaru dibagi menjadi enam zona. Di mana, ada tiga zona besar yang menjadi perhatian.

“Yaitu Zona 1 dari Sungai Besar, Kemuning sampai ke belakang Bandara Syamsudin Noor. Zona 2 dimulai dari Sungai Rimba, Sungai Pulantan hingga ke Sungai Maluka, dan Zona 3 di Cempaka, mulai dari Gunung Kupang hingga ke Sungai Tiung dan Sungai Maluka,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Deny memaparkan, masterplan penanganan banjir yang dibuat sebelumnya mengalami penyempurnaan. Dari hasil rapat, Komisi III berharap masterplan ini bukan hasil yang final.

“Kalau ada masukan bisa diperbaiki lagi. (Ada perubahan) tetapi tak banyak, cuma ada masukan sedikit yang kemudian diperbaiki, bukan keseluruhan,” paparnya.

Dari hasil kajian masterplan banjir sendiri, pelaksanaannya terbagi dari jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Ditargetkan, perencanaan ini dapat dilaksanakan di tahun 2025.

“Makanya dari dewan memerlukan data itu, supaya jadi acuan untuk penganggaran,” cetus Deny.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru, Emi Lasari memberikan catatan dari hasil kajian masterplan yang dipaparkan Dinas PUPR Banjarbaru. Salah satunya adalah belum ada pemetaan secara gamblang terkait aumber potensi persoalan banjir.

“Kemudian solusinya baru kegiatan-kegiatan yang rutin kita lakukan, sepertu normalisasi, pembuatan embung dan lainnya. Idealnya ada satu terobosan dari hasil kajian itu yang menjadi kebutuhan kita,” tegasnya.

Politikus PAN inj mencontohkan, banjir di kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diindikasikan berasal dari kiriman daerah tetangga. Namun di Banjarbaru, banjir yang terjadi justru di daerahnya sendiri.

“Artinya harua ada satu analisa, contoh ukuran drainase masih berkesesuaian dengan kondisi luapan air ketika intensitas hujan tinggi. Sebenarnya analisa-analisa ini yang kami perlukan termasuk solusinya,” lugas Emi. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA