Kisah Guru Darmawi di HST, 22 Tahun Berjuang Akhirnya Lulus Jadi PPPK

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Apr 2024 16:16 0 2718 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Pahit manis dunia pendidikan sudah amat panjang dirasakan Darmawi (53). Pria asal Desa Dangu, Kecamatan Batang Alai Utara (Batara) ini sudah lama menjalani profesi sebagai guru.

Saat ditemui pada pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Darmawi membagikan kisah perjuangannya hingga berhasil lulus PPPK.

Terhitung sejak tahun 2002, ia sudah bergelut jadi guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Lunjuk, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS). Kala itu dirinya hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Dulu digaji Rp50 ribu,” katanya.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

Dua tahun berjalan datang kabar tak mengenakkan. Sekolah tidak sanggup untuk menggaji. Walaupun untuk makan minum masih bisa dicukupi, tapi untuk bensin dan keperluan lainnya ia mengaku kesulitan.

Hingga datanglah tawaran untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD). Karena keadaan itu, ia pindah ke SDN Hapingin Kecamatan Ilung pada tahun 2004. Statusnya masih sama, jadi guru honorer.

“Karena berbeda yang menaungi, jadi mulai dari awal lagi di SD,” bebernya.

Perjuangannya sebagai guru honorer berjalan hingga 17 tahun dengan gaji tertinggi saat itu Rp200 ribu.

Angin segar dirasakannya pada tahun 2019. Darmawi diangkat menjadi guru kontrak daerah dan mendapat gaji yang lebih layak.

“Setelah jadi guru kontrak daerah saya dipindah ke SDN 2 Wawai. Gajinya sebesar Rp1 juta,” jelasnya.

Darmawi mengaku, meski digaji lebih tinggi, namun pencairannya tak jarang telat dua bulan bahkan lebih. Hingga, tahun 2021 ia ditawarkan untuk mengisi PPPK di sekolahnya.

Masalah baru muncul, kualifikasi jenjang pendidikannya tidak memenuhi. Ia harus berjuang lebih untuk menyelesaikan S1 terlebih dahulu baru bisa melamar PPPK.

Beruntungnya, pada tahun 2023 tadi dirinya bisa menyelesaikan S1 di Universitas Terbuka. Karena sudah lama mengabdi, ia masuk prioritas.

Hingga secara perdana mendaftar PPPK dan langsung dinyatakan lulus.

“Alhamdulillah bisa lulus PPPK dan bertugas tetap di SDN 2 Wawai,” tuturnya.

Darmawi bersyukur, perjuangan panjangnya selama 22 tahun berbuah manis bisa lulus PPPK hingga dilantik hari ini. Sayangnya, orang tua Darmawi telah meninggal pada tahun 2022 lalu.

Meski begitu, Darmawi berkomitmen, tetap bersemangat dan akan lebih giat lagi mendidik para siswa. Mengingat dengan statusnya PPPK saat ini ada jaminan lebih sejahtera.

“Dengan kelulusan ini tentu harus lebih semangat lagi untuk memajukan pendidikan HST,” tutupnya. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA