iklan di pojokbanua

Konflik Gaza Dominasi Kampanye Pilpres AS, Isu Ukraina Memudar

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Mei 2024 12:54 0 Bambang Setiawan

Ketika Rusia melakukan serangan ke Ukraina utara pekan ini, kampanye pemilu presiden AS antara Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump tetap berfokus pada krisis kebijakan luar negeri lainnya, yaitu perang antara Israel dan Hamas di Gaza.

POJOKBANUA, WASHINGTON, DC – Kota Vovchansk di perbatasan utara Ukraina dikosongkan, hanya beberapa jam sebelum Rusia mengklaim pihaknya telah merebut kota itu. Ukraina melawan Rusia dengan bantuan lebih dari $50 miliar dari Amerika Serikat, yang disetujui bulan lalu oleh Presiden Joe Biden. Selama berbulan-bulan ia berpendapat, bantuan ke Ukraina penting bagi kebijakan keamanan nasional AS.

“Jika Amerika menarik diri sekarang, maka langkah itu akan membahayakan Ukraina. Eropa dalam bahaya. Dunia bebas berada dalam bahaya, sehingga pihak lain yang ingin menyakiti kita semakin berani. Pesan saya kepada Presiden Putin, yang sudah saya kenal lama, sederhana saja: Kami tidak akan pergi begitu saja,” kata Biden.

Namun para analis mengatakan, pemilihan presiden jarang membahas isu-isu kebijakan luar negeri.

Profesor Universitas Amerika, James Thurber mengatakan, “Isu Ukraina hampir tidak tercatat dalam jajak pendapat dan isu kebijakan luar negeri. Kurang dari 5% masyarakat menganggapnya sebagai isu penting. Secara umum, kebijakan luar negeri berarti hubungan yang kita miliki dengan China dan partai komunisnya, namun juga menentang Putin dan apa yang terjadi di Gaza.”

Calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump berpendapat, AS telah mengirim terlalu banyak bantuan. Sebelumnya, tahun ini, Trump menyatakan bahwa ia tidak akan mematuhi pakta pertahanan diri bersama, jika Rusia menginvasi negara anggota NATO.

“Aku tidak akan melindungimu. Sebenarnya, saya akan mendorong mereka untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan,” ujar Trump.

Pesan itu selaras dengan kekhawatiran para pemilih mengenai keterlibatan Amerika di luar negeri.

Barbara Perry, dari University of Virginia Miller Center mengatakan, “Perang melawan teror selama 20 tahun, dan apa yang disebut perang tanpa akhir, mungkin membuat lebih banyak orang Amerika berubah paham menjadi isolasionisme. Itulah sebabnya Donald Trump berhasil pada tahun 2016. Dan mengapa ia berhasil mengumpulkan semua hal, kecuali nominasi dari Republik secara resmi untuk tahun 2024.”

Dorongan untuk tidak mendanai pertahanan Ukraina melawan Rusia membuat sebagian anggota Partai Republik dalam posisi yang sulit pada tahun pemilu ini. Namun setelah tertunda selama berbulan-bulan, Ketua DPR Mike Johnson, seorang pendukung Trump, menyetujui RUU tentang bantuan itu untuk dibawa ke pemungutan suara yang berhasil.

“Saya lebih suka mengirim peluru ke Ukraina daripada mengirim anak-anak Amerika,” ujarnya.

Dengan adanya protes terhadap perang di Gaza yang terjadi di kampus-kampus di seluruh Amerika, para analis mengatakan ada diskusi yang lebih besar pada musim pemilu ini mengenai bagaimana bantuan Amerika dibelanjakan di luar negeri.

Kembali Barbara Perry, dari University of Virginia Miller mengatakan, “Saya tahu sejumlah pemilih muda di negara ini yang memikirkan mengenai utang pinjaman mahasiswa mereka, misalnya. Anda tahu, mengapa kita menghabiskan miliaran dolar dengan mengirim persenjataan ke Ukraina dan Israel? Mengapa kita tidak menggunakan uang itu untuk isu-isu lain yang perlu ditangani di dalam negeri?”

Bantuan ke Ukraina yang disetujui Kongres pada bulan April kemungkinan merupakan pencairan terakhir tahun ini, sebelum pemilihan presiden bulan November. (Voaindonesia.com/BS)

Editor: Bambang Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA