iklan di pojokbanua

Pelatihan Penggunaan Alat Ukur dan Timbang di Posyandu dan Puskesmas Kabupaten Banjar

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Okt 2023 17:08 0 Andy Arfian

POJOKBANUA, MARTAPURA – Dalam upaya meningkatkan akurasi penggunaan alat-alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) di Posyandu dan Puskesmas di seluruh Kabupaten Banjar, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

Kepala DKUMPP Banjar, Kencana Wati, menyampaikan hal ini saat membuka pelatihan penggunaan UTTP yang benar untuk kader posyandu di Hotel Aston Banua, Kecamatan Gambut, pada hari Selasa (17/10/2023) pagi.

Kencana Wati menekankan pentingnya menjaga akurasi alat ukur tinggi badan dan timbangan yang digunakan oleh kader posyandu di fasilitas kesehatan masyarakat. Kedua alat tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan status gizi dan status stunting.

”Kader Posyandu merupakan ujung tombak dalam pencatatan hasil pengukuran dan penimbangan sehingga kegiatan pelatihan ini perlu dilaksanakan,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 75 orang kader posyandu yang berasal dari masing-masing Puskesmas se-Kabupaten Banjar. Setiap Puskesmas mengirimkan 3 orang kader posyandu untuk mengikuti pelatihan ini.

Selain itu, salah satu narasumber dari Penera Balai Standarisasi Metrologi Legal Regional III Kalsel, Elva Marlyana, memberikan materi tentang sosialisasi kemetroligian penggunaan alat ukur yang benar. Elva menjelaskan secara rinci tentang cara yang baik dan benar dalam menimbang menggunakan alat timbang bayi dan dacin.

” Timbangan diletakkan pada tempat yang rata, kokoh dan mudah dibaca karena posisi miring dapat mengakibatkan hasil penimbangan yang tidak tepat,” jelasnya.

Selain menjelaskan tentang pengukuran berat badan, Elva juga memberikan penjelasan tentang cara yang benar dalam mengukur tinggi badan pada anak. Narasumber lainnya, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Yasna Khairina, memberikan materi tentang urgensi penggunaan alat ukur dan timbang yang akurat dalam menentukan status gizi.

Selama pelatihan ini, juga diselenggarakan sesi tanya jawab dan sharing, di mana peserta dapat berdiskusi dan berbagi mengenai berbagai permasalahan yang sering dihadapi di posyandu.(RLS/AY)

 

Editor: Andy Arfian

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA