iklan di pojokbanua

Buaya Sering Muncul Dekat Pemukiman di Kalsel, BKSDA; Habitatnya Terganggu!

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Mei 2024 14:21 0 Donny Irwan

POJOKBANUA, TANAH BUMBU – Keberadaan buaya muncul dekat pemukiman warga belakangan ini semakin kerap terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Baru-baru ini terjadi seperti kemunculan buaya muara di Pantai Bunati, Kecamatan Angsana, Tanah Bumbu (Tanbu) dan wilayah lainnya. Bahkan, sebelumnya juga ada kemunculan buaya di sekitar Pantai Batakan Baru, Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Tanah Laut.

Hal itu tentu saja meresahkan warga dan pengunjung pantai. Sebab, keberadaannya bisa menimbulkan korban. Keberadaan buaya dekat pemukiman warga yang belakangan ini sering terjadi dibenarkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel.

“Kemunculan buaya saat ini tidak hanya di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu saja, tapi di wilayah Banjarmasin, Kotabaru juga ada,” ungkap Seksi Penanganan Konflik Satwa Wilayah Tanah Bumbu BKSDA Kalsel, Muhammad Tejar saat dihubungi pojokbanua.com, Selasa (7/5/2024).

Saat ini, pihak BKSDA Kalsel telah memperingati warga yang beraktivitas di sekitar Pantai Bunati agar selalu waspada terhadap buaya. Mereka melarang warga maupun pengunjung berenang di pesisir pantai.

“Kami juga melarang warga membuang isi perut ternak dan sisa daging ternak di sekitar pantai,” tegasnya.

Selain BKSDA, polsek setempat juga sudah memasang papan peringatan di sekitar Pantai Bunati agar warga waspada buaya. Buaya muara itu diduga bermigrasi dari habitat aslinya, seperti dari Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

Menurut Tejar, kemunculan buaya dekat pemukiman warga ini disebabkan beberapa faktor. Paling berpengaruh adalah faktor manusia.

“Salah satu yang berpengaruh besar ya karena habitat mereka (buaya muara) terganggu. Kemudian, sumber pakan juga sudah hilang atau berkurang. Adanya kebiasaan masyarakat sekitar sungai membuang sisa bekas perut ikan atau sisa ternak juga memancing kemunculan buaya,” terangnya.

Dia menjelaskan, mereka terganggu lantaran saat ini habitat mereka banyak digunakan sebagai alih fungsi lahan.

Terkait tindakan represif seperti memindahkan buaya untuk menghindari konflik buaya muara dengan manusia, Tejar mengaku sejauh ini BKSDA Kalsel masih mengambil tindakan preventif atau pencegahan saja.

“Belum ada arahan dari pimpinan. Masih upaya pencegahan berupa imbauan. Kalau juga mau memindahkan buayanya, kita harus cari lokasi atau habitat buaya yang jauh dari pemukiman,” ujarnya. (DN/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA