iklan di pojokbanua

Wow! Baru Setengah Tahun, Realisasi Retribusi Parkir di Banjarbaru Capai Rp1,043 Miliar

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Mei 2024 15:41 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Kendati baru setengah tahun berjalan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Perparkiran pada Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru telah merealisasikan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir yang cukup signifikan.

Kepala UPT Pengelolaan Perparkiran Dishub Banjarbaru, Rajianoor Yahya Lukmana mengungkapkan, dari target pendapatan sektor parkir tahun 2024 sebesar Rp2,2 miliar. Jajarannya berhasil merealisasikannya sebesar Rp1,043 miliar atau 45 persen dari target yang ditentukan.

“Alhamdulillah, per hari ini capaian kita sudah menyentuh di angka 45 persen yakni sekitar Rp1,043 juta. Kita sudah berada di track yang bagus dari sisi pendapatan kita pada hari ini,” ujarnya saat ditemui pojokbanua.com di ruang kerjanya, Rabu (22/5/2024) siang.

Adapun salah satu faktor penyumbang kenaikan realisasi PAD dari retribusi parkir adalah gelaran atau event yang kerap kali dihelat di Lapangan dr Murdjani Banjarbaru.

Diakui mantan Kasi Pemerintahan Kelurahan Landasan Ulin Timur ini, cara mengoptimalkan pendapatan dari sektor parkir tidaklah mudah. Banyak hal yang dilakukan UPT Pengelolaan Perparkiran dalam hal pembenahan.

Pria yang akrab disapa Yahya ini menjelaskan, hal yang pertama dibenahi oleh jajarannya adalah segi aturan pengelolaan parkir. Kedua, terkait pengawasan UPT Pengelolaan Perparkiran di lapangan, dan ketiga adalah bagaimana caranya agar pemungutan retribusi bisa berjalan optimal.

“Salah satunya dengan melakukan negosiasi kenaikan harga untuk potensi retribusi parkir itu sendiri,” cetusnya.

Yahya menegaskan, pihaknya melakukan negosiasi untuk menaikkan harga potensi retribusi parkir tidaklah sembarangan. UPT Pengelolaan Perparkiran menaikkan target berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan jajarannya.

Ada dua hal yang telah dilakukan oleh UPT Pengelolaan Perparkiran. Pertama, metode penghitungan satu ruang parkir dan kedua adalah melakukan uji petik.

“Nah, uji petik inilah yang sebenarnya paling kami rasa cukup optimal dalam menghitung berapa besar potensi yang dihasilkan titik objek parkir itu sendiri,” tuntas Yahya. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA