iklan di pojokbanua

Waspada Karhutla Kalsel: Pemanfaatan Irigasi, Lahan Basah Dekat Bandara Jadi Prioritas

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Mei 2023 20:45 0 Yuliandri Kusuma Wardani

POJOKBANUA, KABUPATEN BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Sahbirin Noor atau Paman Birin meminta agar selalu waspada cuaca ekstrem dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Adapun, titik-titik yang harus dijaga karena rawan karhutla, terutama dekat Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru. Karhutla disebut akan berdampak pada kabut asap, mengganggu kelancaran transportasi, terutama udara dan berbagai aktivitas lain.

Hal itu disampaikan Paman Birin pada Apel Siaga Menghadapi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ponpes Darul Hijrah, Kabupaten Banjar, Rabu (3/5/2023).

Apel Siaga Menghadapi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ponpes Darul Hijrah, Kabupaten Banjar, Rabu (3/5/2023). (Foto: yuli/pojokbanua)

“Dekat bandara harus kita jaga, karena api ini pun kita antisipasi dengan mengalirkan irigasi. Kita akan melakukan pembukaan pintu air berupa irigasi yang disalurlan ke kanal dan embung, serta melakukan pembasahan guna meminimalisir terjadinya karhutla,” ujarnya kepada awak media.

Kata dia, dulu pihaknya tidak terpikir tetapi setelah musyawarah dengan Forkopimda dan lain-lain, lalu ditemukan solusi untuk memadamkan api yang berada di lahan basah. “Lahan basah itu dari atas tidak kelihatan membara tapi di bawahnya itu bahaya jika membara,” lanjutnya.

Di sisi lain, jumlah terkait heli water bombing juga tergantung dan sangat situasional. Bahkan, dalam waktu dekat akan datang heli water bombing dari BNPB Pusat untuk memback up wilayah Kalsel.

“Status di Kalsel aman terkendali, kita semua siaga. Untuk peningkatan status trgantung kondisi di lapangan setelah pantauan bisa melalui drone dan aplikasi yang tersedia. Titik-titik hotspot yang masih bisa kita pantau dan evaluasi. Keperluan pasukan juga itu sangat tergantung kondisi di lapangan dan pantauan. Kita harus bergerak, lapor dan atasi cepat,” tuturnya.

Diterangkan Paman Birin, selain dihadapkan situasi ekonomi atau dampak pandemi dan kondisi global yang tidak menentu hingga cuaca ekstrem, berdasarkan informasi dari BMKG per 1 Mei, kawasan diselimuti ultra violet yang kemudian meluas ke Kalimantan dan Sumatera.

“Kita waspada di musim kemarau pada pertengahan bulan Agustus dan September yang rawan karhutla,” tutupnya. (KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA