iklan di pojokbanua

Wajah Baru RTH Lapangan Dwi Warna, Pengunjung CFD Barabai Makin Ramai

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Jan 2024 11:12 0 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Pasca dilakukan rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Dwi Warna, kini Car Free Day (CFD) Barabai makin ramai berkunjung, baik hanya sekedar jalan-jalan, olahraga, berburu kuliner, foto-foto, maupun berbagai aktivitas lainnya.

Pantauan pojokbanua.com di lapangan pada Minggu (21/1/2024), sekeliling Lapangan Dwi Warna Barabai tersebut dipenuhi oleh masyarakat. Deretan pedagang kaki lima (PKL) juga bebas berdagang, ada lapak seni yang diisi oleh berbagai hiburan, ada juga senam zumba.

Untuk wajah baru kondisi lapangan juga tampak semakin cantik. Kursi-kursi yang semula tinggi diperendah, trotoar diperlebar.

Terdapat penambahan area joging di luar, bagian dalam lapangan juga diperlebar.

Kemudian, terdapat pula penambahan bak sampah di sepanjang trotoar setempat, pohon dan rerumputan yang ada juga tetap dipertahankan dengan dirapikan pembatasnya. Serta, penerangan pun juga ditambahkan pada area tersebut.

Seperti yang tercantum pada papan informasi sebelumnya, pekerjaan belanja peningkatan/rehabilitasi RTH Lapangan Dwi Warna Barabai ini menelan biaya sekitar Rp4,3 miliar.

Sejumlah perbaikan juga turut dilakukan dalam pada lokasi tersebut, di antaranya pergantian tulisan ikonik Dwi Warna, pergantian keramik, jogging track, penyesuaian tempat duduk, pemindahan tiang bendera, dan beberapa perbaikan lainnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Ramadlan mengatakan, pasca rehabilitasi ini memang terjadi penambahan pengunjung. Berbagai perbaikan yang ada juga semakin ramah bagi anak-anak dan para pengunjung.

Pihaknya juga turut mengisi lapak seni dengan menyajikan hiburan musik agar masyarakat bisa terhibur maupun mau tampil untuk bernyanyi.

Ke depan, kata Ramadlan, rencananya Disporapar akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di HST untuk mempersilahkan mereka menampilkan berbagai kreativitasnya pada lapak seni tersebut.

“Kita sediakan panggung ini untuk mereka bisa menampilkan berbagai kreativitasnya saat CFD,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga mengimbau kepada para pedagang maupun masyarakat yang berkunjung agar sama-sama menjaga kebersihan. Membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan agar lingkungan setempat tetap bersih dan lestari.

Sementara itu, salah satu pedagang mainan, Abdul Wahab mengaku, setelah dilakukan perbaikan dan dibukanya CFD ini, pengunjung memang bertambah dan daya minatnya lebih banyak.

Menurut Wahab, biasanya sebelumnya jam 10.00 Wita sudah sepi, namun untuk sekarang jam 11.00 Wita masih banyak pengunjung.

“Alhamdulillah setelah ada perbaikan ini pengunjung ramai. Saya buka dari jam 07.00 Wita sampai jam 11.00 Wita,” ujarnya.

Saat ditanya terkait omzet bergadang mainan ini, Wahab mengaku, kalaunya pengunjung lagi sepi biasa dapat sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu.

“Namun, kalaunya lagi ramai bisa dapat sekitar Rp500 ribu,” singkatnya. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA