iklan di pojokbanua

Usulan Datu Kelampayan dapat Gelar Pahlawan Nasional

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Mar 2022 10:19 0 Nanang Apidae

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari alias Datu Kelampayan diusulkan Dewan Harian Daerah Penerus Pembudayaan Perjuangan 45 (DHD-45) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat anugerah gelar Pahlawan Nasional.

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam pengusulan itu,” ujar Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor kepada awak media usai seminar di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (16/3/2022) kemarin.

Menurutnya, tokoh keilmuan yang dimiliki Datu Kelampayan sudah sangat dikenal banyak pihak, terutama kiprah atau jejak rekamnya yang luar biasa. Sehingga, layak dianugerahi pemerintah dengan gelar Pahlawan Nasional.

“Seperti pernyataan Wan Mohd Shagir Wan Abdullah yang menjuluki Al Banjari Matahari Islam Nusantara, KH Saifuddin Zuhri (Menteri Agama RI periode 1962-1967) sebagai Mercusuar Islam Kalimantan, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menyebut sebagai tokoh pribumisasi Islam Banjar, dan lain-lain,” tuturnya.

Kata dia, forum ini hanya sebagai pemenuhan persyaratan pengusulan sebagai pahlawan nasional. Meski tanpa gelar pun, Datu Kelampayan telah menghiasi Bumi Nusantara dengan keilmuan, ide dan gagasan baru dalam dunia pendidikan, peradilan dan keumatan.

“Jadi, keinginan kita mengusulkan beliau sebagai pahlawan nasional, substansinya bukan untuk melengkapkan gelar semata. Namun, menjadikan gelar itu sebagai simbol teladan dan panutan generasi sekarang dan akan datang,” terangnya.

Muhammad Iqbal (Dosen UIN Antasari), Dr Abdul Rochim Alaudah (Pekerja Media), dan Prof Zulfa Jamalie (Dosen IUN Antasari).

Sementara itu, Ketua Tim Pengusul DHD-45 Kalsel, Wajidi menyampaikan, setelah seminar ini usulan akan diserahkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel beserta syarat dokumen.

“Kami yakin dan optimis usulan dikabulkan. Pemerintah Pusat akan memperhatikan usulan penganugerahan gelar ini kepada Syekh Arsyad Al-Banjari. Ketokohannya sudah diakui berbagai kalangan dan semua syarat sudah dipenuhi,” ucapnya.

Diketahui, seminar nasional pengarang Kitab Sabilal Muhtadin yang menjadi literatur di berbagai belahan negara Islam di kawasan Timur Tengah ini, juga menghadirkan sejumlah narasumber serta pembahas. Turut melibatkan para tokoh di daerah dan juriat atau keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.(NS/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA