iklan di pojokbanua

Ujicoba Padi Apung di HST, Akademisi ULM: Solusi Potensial dan Perlu Dikaji

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Mar 2024 19:48 0 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Ujicoba padi apung perdana di Hulu Sungai Tengah (HST) menjadi sebuah harapan besar bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawa.

IMG-20240616-WA0002

Meski di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah berlangsung lebih dulu, namun sampai kini belum ada yang membudidayakannya dalam skala besar.

Inovasi program pemerintah ini pun sontak jadi perhatian masyarakat akan sejauh mana potensi keberhasilannya ke depan. Terlebih, saat ini tantangannya semakin kompleks dengan perubahan cuaca atau bencana alam yang sering terjadi.

Akademisi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Raihani Wahdah menilai, ujicoba inovasi padi apung ini merupakan solusi potensial sepanjang secara ekonomis menguntungkan secara ekonomi bagi para petani.

Kendati demikian, menurutnya masih perlu dikaji lebih mendalam terkait berbagai macam prosesnya.

Potensi ini, kata Raihani, berkaitan dengan kondisi geografis lahan basah/rawa di Kalsel cukup luas. Beberapa di antaranya ada berupa rawa lebak yang terendam cukup lama, serta lebak dangkal pun kadang-kadang terendam akibat banjir.

“Padi apung ini menawarkan teknologi yang memungkinkan secara teknis untuk budidaya. Ini merupakan solusi tepat atau potensial sepanjang menguntungkan secara ekonomi bagi para petani,” kata Dosen Program Studi Agronomi Faperta ULM ini kepada awak media, Rabu (20/3/2024).

Ia menyebut, tantangan yang dihadapi saat unu yakni perubahan iklim yang berbuah pada beragam permasalahan hingga berdampak kepada pertanian.

Termasuk padi sebagai pangan utama di Indonesia. Namun, melihat upaya dari para petani untuk padi apung ini menurutnya perlu dikaji lebih jauh.

“Memang perlu kajian, karena padi sendiri merupakan pangan utama. Karena tergolong komoditas strategis jadi perlu ditata, diatur, diawasi oleh pemerintah,” jelasnya.

Pada dasarnya, kata Raihani, yang membedakan antara padi apung dengan padi sawah adalah tempatnya. Untuk itu, sejatinya padi apung sama sehatnya dengan padi sawah, sepanjang bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan yang juga sehat.

“dari teori hasil atau produktivitas, tanaman dapat saja sama baiknya dengan budidaya sawah. Namun apakah menguntungkan atau tidak, sekali lagi perlu kajian. Di samping stimulasi juga perlu dan sangat bagus kalau ada swasta yang terlibat,” tutupnya. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA