iklan di pojokbanua

Turun ke Mangunang Seberang, Tim Gabungan HST Temukan Ini

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Jan 2024 20:14 0 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Pasca keputusan rapat lalu, tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) akhirnya turun ke lapangan meninjau lokasi bukaan lahan yang diduga untuk pertambangan ilegal di Desa Mangunang Seberang, Kecamatan Haruyan, Kamis (11/1/2024).

Turun lapang tersebut dipimpin oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST, Satpol PP, Dinas PTSP serta TNI-Polri dan pihak Kecamatan Haruyan, serta desa setempat. Mereka merupakan bagian dari tim koordinasi penyelesaian sengketa akibat dugaan perusakan lingkungan di HST.

Upaya pemantauan dilakukan dengan dua cara. Pertama menggunakan drone dan melakukan pemetaan terhadap lokasi temuan tersebut. Kedua, sekitar satu jam lebih menyisir langsung lokasi bukaan lahan tersebut hingga ke titik ujung.

Pantauan di lokasi terdapat beberapa jalur bukaan lahan yang diduga untuk pertambangan ilegal. Akses yang dibuka itu persis menembus lokasi eks Koperasi Usaha Desa (KUD) Karyanata. Bahkan, ratusan karung batu bara yang dulu sempat viral juga ditemukan.

Beberapa titik bukaan lahan itu juga pada tepiannya terdapat batu bara yang masih berhamburan. Akses jalan pun juga sangat becek. Serta, tidak ditemukan lagi aktivitas pada lokasi tersebut, begitu pula alat berat yang sebelumnya sempat dihebohkan warga.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHP HST, Haikal mengatakan, pihaknya bersama tim koordinasi turun ke lapangan dalam rangka menanggapi tembusan surat dari PT Antang Gunung Meratus (AGM). Termasuk telah hebohnya informasi di masyarakat.

“Hasil dari pantaun di lokasi, tidak ada aktivitas pertambangan yang ditemukan. Tetapi kita menemukan ada bekas bukaan akses jalan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan membahas langkah-langkah yang diambil soal adanya bukaan akses jalan maupun dugaan adanya aktivitas pertambangan tanpa izin (peti) di HST.

Haikal mengatakan, pihaknya juga akan memvalidasi dan membahas langkah-langkah tim dari hasil yang sudah ditemukan di lokasi eks IUP KUD Karyanata dan wilayah konsesi AGM.

“Kami akan mengolah data sesuai dengan mapping yang kami lakukan di lokasi. Dari hasil tangkapan drone juga tampak ditemukan bekas eksploitasi, sebuah kolam bekas galian,” lanjutnya.

Selanjutnya, pihaknya bersama tim pun akan membandingkan hasil pemetaan dari tahun ke tahun. Sehingga terlihat perubahannya, begitu pula akan terlihat adakah indikasi galian penambangan ilegal itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Tim Satgas Peti AGM menemukan adanya bukaan lahan, yakni akses jalan di Blok 6 Mangunang Seberang RT 3 saat patroli gabungan dengan PAM Obvit Polda Kalsel 26 Desember 2023 lalu.

Adapun bukaan akses jalan itu berada di konsesi PKP2B AGM yang diduga digunakan untuk aktivitas pertambangan di eks IUP KUD Karyanata oleh penambang yang telah diberi somasi oleh pihak PT AGM.

Pasca temuan itu, Kuasa Hukum AGM menyurati pihak Pemkab, DPRD dan berbagai instansi terkait untuk menyikapi adanya aktivitas itu.

Karena, selain merusak dan mencemari lingkungan hidup, aktivitas itu juga tidak sesuai kaidah pertambangan. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA