Tingkatkan Kemudahan Akses Buku, Perpustakaan Digital Dirancang Perpus Palnam

waktu baca 2 menit
Jumat, 29 Sep 2023 08:30 0 146 Khairun Nisa

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Berbagai kemudahan mengakses buku digital kini telah dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui aplikasi i-Kalsel.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Wildan Akhyar seiring dengan berkembangnya era digitalisasi, pihaknya juga turut mendorong percepatan transformasi perpustakan digital.

Hingga kini pihaknya terus berupaya menambah jumlah koleksi buku di aplikasi i-Kalsel. Namun ada beberapa tantangan yang perlu dibenahi dan dikembangkan.

“Saat ini aplikasi i-Kalsel memiliki judul buku sebanyak 6.221 atau 52.948 eksemplar dengan pengunjung sebanyak 2.028. Meskipun banyak kendala untuk membeli buku digital, kita upayakan koleksi perpustakaan digital Kalsel bertambah setiap tahun,” katanya, Jumat (29/9/2023).

Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)

Meskipun pemerintah daerah memiliki perpustakaan tradisional, ia menyebut hal itu juga tidak cukup. Pasalnya, saat ini perpustakaan sudah mulai berkembang dan bertransformasi menuju perpustakaan digital seperti aplikasi i-Kalsel.

“Kita juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, agar perpustakan bisa dijangkau oleh siapa saja dan di mana saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Business to Government Partnership Officer Aksaramaya, Ferdy Firsyah selaku pengembang platform teknologi sekaligus narasumber sosialisasi mengatakan kegiatan tersebut fokus pada pengembangan aplikasi perpustakaan digital.

Ferdy menyebutkan, pengembangan aplikasi tersebut memungkinkan buku digital milik pemerintah setempat hanya dapat dibaca di aplikasi i-Kalsel tanpa bisa diunduh untuk kepentingan apapun.

“Hal itu perlu dikembangkan agar aset buku digital milik Pemprov Kalsel tidak dapat diperoleh secara ilegal ataupun dibajak pihak manapun,” bebernya.

Ia juga menegaskan, bahwa pemerintah harus mengutamakan hak cipta penulis dan penerbit dalam hal pengembangan aplikasi perpustakaan digital.

“Semua pihak harus mendapatkan haknya masing-masing, karena perpustakaan hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya. (KN/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA