Terkuak! Grup Facebook Jadi Jaringan Sindikat Perdagangan Ginjal di Kamboja

waktu baca 3 menit
Sabtu, 22 Jul 2023 13:31 0 80 Andy Arfian

POJOKBANUA, JAKARTA – Tersangka dalam kasus perdagangan organ ginjal jaringan di Kamboja, Hanim (41), mengungkapkan bahwa sindikat yang terlibat umumnya menggunakan media sosial Facebook sebagai sarana mencari calon pasien.

Pada awalnya, Hanim mengaku menjadi pendonor ginjal di Kamboja pada tahun 2019 dan menerima pembayaran sebesar Rp 120 juta. Namun, kemudian dia diminta untuk menjadi koordinator di Kamboja.

Hanim kini menjadi tersangka karena diduga berperan sebagai koordinator yang menghubungkan antara korban atau pendonor asal Indonesia dengan pihak Rumah Sakit Preah Ket Mealea di Kamboja.

Meskipun demikian, Hanim bersikeras bahwa dia tidak terlibat dalam proses pencarian pasien di Indonesia atau negara-negara lainnya. Dia menjelaskan bahwa tugas mencari pasien dilakukan oleh seorang broker (makelar.Red). Broker tersebut biasanya menggunakan grup-grup di Facebook untuk mengajak calon pasien menerima tawaran donor ginjal.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

“Setahu saya, broker saya itu cari (pasien) lewat Facebook, di antaranya Forum Donor Ginjal Indonesia, kemudian Donor Ginjal Luar Negeri juga,” kata Hanim di Polda Metro Jaya, Jumat (21/7/2023).

Sebagai koordinator, Hanim mengungkapkan bahwa pendapatan yang diperolehnya tidak menentu setiap bulannya.

“Kadang satu bulan itu Rp 5 juta, Rp 7 juta. Jadi, nggak tentu,” ucap dia.

Faktor Ekonomi Menjadi Alasan

Penggunaan platform Facebook dalam sindikat ini ternyata telah berlangsung sejak Hanim mendonorkan ginjalnya sebelum menjadi koordinator di Kamboja. Pada saat itu, Hanim menghadapi kesulitan ekonomi dan mencari informasi melalui media sosial Facebook terkait praktik jual-beli ginjal.

“Karena faktor ekonomi, orang tua saya tidak punya rumah, kemudian saya usaha mentok juga. Akhirnya, saya cari-cari grup-grup donor ginjal. Saya cuma ngelihat postingan-postingan dari situ itu ada yang isi postingan itu ‘Dibutuhkan donor ginjal A, B, AB , atau O, syaratnya ini.. ini.. ini’,” tutur Hanim.

Berbekal hasil temuan tersebut, Hanim menghubungi admin grup Facebook tersebut. Ia kemudian diminta memenuhi persyaratannya dan diarahkan untuk menemui seorang broker yang berlokasi di Bojonggede, Bogor, Jawa Barat.

“Setelah itu, saya langsung disuruh ke kontrakan brokernya itu di sekitaran Bojonggede,” bebernya.

Hanim mengaku sempat dibawa oleh broker tersebut untuk melakukan proses transplantasi ginjal di salah satu rumah sakit di Jakarta. Namun, karena persyaratannya rumit dan tidak mendapat persetujuan dari istri proses tersebut gagal dilakukan.

“Setelah saya gagal di sana, kemudian saya menunggu di rumahnya broker itu dengan dalih saya ngomong ke istri kerja proyek. Setelah satu tahun, saya menunggu di situ,” tuturnya.

Setahun kemudian, pada Juli 2019 Hanim berangkat ke Kamboja dengan broker tersebut. Ketika itu, dia berangkat bersama tiga pendonor lainnya dan dipertemukan dengan seseorang bernama Miss Huang.

“Entah, apakah dia orang China atau orang Indonesia, saya kurang hafal. Pokoknya namanya Miss Huang yang mengatur di sana,” ungkapnya.

Sebelum dilakukan tindakan transplantasi ginjal, Hanim dan tiga pendonor lainnya diminta melakukan serangkaian medical check up.

“Saya sama temen saya yang cewek lolos, yang satunya gagal,” jelas Hanim.

Saat itu, Hanim mendapat calon pasien dari Singapura. Sedangkan teman wanitanya tersebut mendapat pasien asal Indonesia.

“Besoknya itu dilakukan operasi, setelah operasi masa penyembuhan sekitar 10 hari dan saya kembali ke Indonesia, saya istirahat di Indonesia sekitaran satu dua bulan. Waktu itu 2019 dibayar Rp 120 juta,” tandas dia. (suara.com/AY)

Editor: Andy Arfian

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA