iklan di pojokbanua

Terapkan Sintropik Permakultur, Tanaman Kopi Bisa Bertahan Saat Kemarau

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Agu 2023 20:06 0 Ade Ujang

Hasil Kolaborasi Prodi Biologi ULM-Warga Hinas Kiri

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Di tengah musim kemarau yang panjang pada tahun 2023, Desa Hinas Kiri juga mengalami dampaknya. Anak sungai yang mengering dan hutan yang meranggas menghadirkan ancaman kebakaran yang serius. Namun, di tengah kondisi tersebut, sebuah kolaborasi berharga antara Program Studi (Prodi) Biologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan masyarakat Desa Hinas Kiri telah menciptakan solusi yang inovatif untuk memitigasi dampak buruk ini, sambil memberdayakan masyarakat setempat.

Salah satu sosok kunci dalam kolaborasi ini adalah Kosim, seorang petani dan penjaga hutan meratus yang memiliki pemahaman mendalam tentang kearifan lokal dan ekosistem setempat. Tidak seperti pendekatan tradisional “tebang bakar”, Kosim memilih pendekatan yang berkelanjutan. Ia menunda pemangkasan ranting pohon dan memberi waktu untuk gulma kering tumbuh, yang akan berfungsi sebagai penutup lahan dan melindungi tanaman utama dari kekeringan dan risiko kebakaran.

Dalam kerjasama yang telah berlangsung selama tiga tahun, Prodi Biologi ULM dan Kosim telah mengimplementasikan demplot percontohan tanaman kopi dalam sistem sintropik permakultur farming.

“Tujuan dari program ini adalah dua tumpuan utama: pertama, meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya hayati secara lestari, dan kedua, meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Kosim.

Melalui model ini, tanaman kopi ditanam dengan mempertimbangkan siklus alam dan ekosistem sekitarnya. Penundaan pemangkasan ranting pohon hingga awal musim hujan membantu menjaga kelembaban tanah dan mencegah kebakaran. Hasilnya, meskipun terlihat kekurangan air, tanaman kopi masih mampu bertahan hidup di bawah sinar matahari yang menyengat.

Dalam sebuah diskusi bersama yang digelar Sabtu (26/08/2023) tadi, Prodi Biologi ULM dan Kosim menginspirasi masyarakat di sekitar sub-sub DAS Batang Alai tentang pemanfaatan lingkungan alami melalui teknologi tepat guna dalam mendukung pengembangan sistem permakultur sintropik.

Tim Dosen Prodi Biologi Dr Krisdianto mengungkapkan, kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk aparatur Desa Hinas Kiri, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan BPDAS Barito yang sedang menjalankan program rehabilitasi hutan dan lahan. “Dukungan dari berbagai pihak ini telah membangkitkan semangat pelestarian alam di daerah Meratus,” ujarnya didampingi tim lainnya M. Salsa Bella, Aulia Heldini dan E Widya Lestari.

Salah satu buah dari upaya kolaboratif ini adalah model ekonomi yang berkelanjutan yang diusung oleh Kosim. Melalui pengelolaan siklus kayu Lurus, Kosim telah berhasil menciptakan pendapatan jangka panjang yang berkelanjutan. Selain itu, dia juga mengambil inisiatif dalam menyediakan lahan untuk kebutuhan rumah tinggal para pekerja dan keluarga mereka, menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan komunitas sekitar.

Melalui dukungan dari Rektor Universitas Lambung Mangkurat dan LPPM ULM melalui program PDWA, serta dukungan dana PNBP Tahun Anggaran 2023, kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses. Model sintropik permakultur yang diimplementasikan di Desa Hinas Kiri telah membuktikan bahwa pendekatan berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal dapat memberikan perubahan positif, baik dalam hal lingkungan maupun ekonomi masyarakat. Diharapkan bahwa model ini dapat diterapkan dan dikembangkan di seluruh daerah Meratus, khususnya di berbagai kawasan Sub-sub DAS Batang Alai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA