iklan di pojokbanua

Tanggapan Ian Kasela Soal PP 56/2021 Tentang Royalti Hak Cipta dan Musik

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Apr 2021 10:43 0 Yawafie

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021, tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik pada 30 Maret 2021.

IMG-20240616-WA0002

Disebut, PP ini mengatur setiap orang wajib membayar royalti kepada orang yang menciptakan atau pemegang hak cipta lagu, apabila lagu tersebut digunakan secara komersial atau layanan publik.

Vokalis Band Radja, Ian Kasela mengaku, dirinya telah lama mengetahui hal ini dan sudah berjalan. “Peresmiannya mungkin hanya untuk lebih mempertegas aja,” lanjutnya.

Ia berharap, sikap pemerintah terhadap peraturan royalti ini pelaksanaan pendistribusiannya dari hak itu sendiri.

“Jangan ada rekayasa, alias lebih realistis. Artinya, berikan kontrol yang lebih serius kepada pengelola terkait (LMKM). Sehingga, pemilik karya atau pencipta lagu benar-benar mendapatkan haknya sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata dia, saat dihubungi pojokbanua.com melalui DM Instagram pribadinya.

Menurut vokalis band asal Banjarmasin ini, belum ada sosialisasi terkait mekanisme royalti baik secara personal ataupun asosiasi. “Semua pelaku seni belum mengetahui mekanisme royalti tersebut. Banyak yang gagal paham. Dikiranya, bila mutar lagu akan membayar royalti,” paparnya.

Ia menambahkan, pencipta, pemegang hak cipta, pemilik hak terkait dan kuasa dapat mengajukan permohonan pencatatan lagu dan musik ke Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM. Nantinya, LKMN yang menggunakan pusat data musik dan lagu sebagai dasar royaltinya.

“Pihak layanan publik bersifat komersial yang menggunakan lagu atau musik milik orang lain harus mengajukan lisensi penggunaan lagu atau musik melalui LKMN,” tuturnya.

Adapun, para musisi Tanah Air harus mendaftarkan hak ciptanya ke pusat data lagu dan musik yang telah dikelola pemerintah.

“Sementara itu, penerbitan PP ini mendapatkan apresiasi positif dan sambutan baik dari para musisi Indonesia, karena dianggap memperkuat isi Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 mengenai Hak Cipta,” pungkasnya. (NS/PR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA