Tanaman Mati di Martapura, Pakai APBD Perubahan Anggaran Rp140 Juta

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Sep 2023 18:57 0 449 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Kasi Konservasi SDA dan Pemeliharaan Lingkungan DPRKPLH Banjar, Khaezar Kusuma mengatakan, anggaran untuk pemeliharaan tanaman yang berada di median jalan masuk ke APBD Perubahan sekitar Rp140 juta.

Diketahui, banyak tanaman mati karena kekeringan dampak dari kemarau panjang. Salah satunya terletak di Jalan Menteri Empat, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura, tepatnya belakang pertokoan Pasar Sekumpul Martapura.

Diakui, pihaknya secara rutin menyiram tanaman tersebut setiap hari, tetapi penyerapan tanahnya kurang.

“Setiap hari penyiraman dilakukan setelah Salat Magrib menggunakan dua unit tangki di daerah perkotaan,” ujar Esar sapaan akrabnya, saat dihubungi pojokbanua.com, Jumat (8/9/2023).

Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)

Ia menegaskan, ini bukan tanggung jawab pihaknya. “Ada juga kasus tanaman yang mati di Kertak Hanyar. Tanggung jawabnya ada pada balai jalan, bukan pada tanggung jawab kita yang berada di daerah perkotaan,” lanjutnya.

Ia menduga, kematian tanaman tersebut disebabkan kurangnya pemeliharaan tanah. “Mungkin karena tanahnya tidak mendapat pemeliharaan yang cukup, sehingga penyerapan tanahnya terganggu. Terlebih, dengan cuaca yang ekstrem,” ucapnya.

Selain karena waktu penyiraman tidak disertai dengan pemeliharaan tanah, juga tidak ada anggaran yang tersedia. Dia mengklaim, sejumlah tanaman mati ini sudah sejak tahun lalu dan belum ada penggantian tanaman.

“Kami memang tidak melakukan penanaman ulang, jadi tanaman ini sudah mati sejak tahun lalu dan masih berada di median jalan,” bebernya.

Rencananya, pemeliharaan dan tanaman ini diganti dengan yang baru, dari perbatasan antara Kota Martapura dengan Banjarbaru. “Anggaran masuk ke APBD Perubahan sekitar Rp140 juta. Biasanya keluar di bulan Oktober,” sambungnya.

Esar menilai, tanah di median jalan itu sudah bertahun-tahun tidak pernah diganti. Sehingga, membuat tanah tersebut padat dan keras.

“Terlepas dari upaya penyiraman, tanaman di sini tidak pernah bisa tumbuh karena kondisi tanah yang keras dan padat. Solusinya adalah penggantian tanah dan tanaman di median jalan dengan yang baru,” pungkasnya.(WF/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA