Tak Adanya Sosialisasi, jadi Faktor Utama Warung Tetap Buka di Bulan Ramadan

waktu baca 2 menit
Minggu, 10 Apr 2022 17:04 0 121 Khairun Nisa

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Pemilik depot yang dirajia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin, Nico Kosasih akhirnya angkat bicara.

Nico menyebut bahwa pihaknya tidak menerima sosialisasi Perda sebelum bulan suci Ramadan, sehingga Nico berpikir ada perubahan terkait Perda Nomor 4 Tahun 2005 yang mengatur tentang kegiatan selama bulan suci Ramadan.

“Saya coba konfirmasi ke satu warung halal, mereka bilang dapat. Jadi saya pikir mungkin ada perubahan peraturan,” kata Nico kepada pojokbanua.com, Minggu (10/4/2022).

Bahkan, Nico tak sendiri. Rumah makan lain yang non halal pun juga mengakui tidak mendapatkan sosialisasi terkait Perda tersebut, sehingga menyimpulkan bahwa warung makan non halal masih diperbolehkan buka.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

Nico menyampaikan bahwa kurangnya sosialisasi Perda merupakan salah satu alasan mengapa masih adanya warung makan yang buka di siang hari selama Ramadan.

Juga, disebutnya tak semua masyarakat telah mengetahui aturan yang berlaku. Mengingat minimnya sosialisasi dari Pemerintah Kota Banjarmasin itu sendiri.

“Mereka bilang bahwa semua masyarakat tahu peraturan, padahal masyarakat mana bisa tahu tanpa ada sosialisasi,” jelas Nico.

Nico menyebut, di tahun 2021 pihaknya mendapatkan Perda, sehingga hanya melayani makanan yang dibungkus. Namun, pada tahun 2022 ia dan juga warung makan non halal lainnya tidak mendapatkan Perda, sehingga mengira bahwa Perda telah diubah.

Dinilainya bahwa Perda yang berlaku tersebut bagus untuk mengajak umat muslim yang berpuasa agar lebih disiplin, hanya saja seharusnya diberi pengecualian untuk agama lain.

“Biarkan mereka berjualan dan mencari nafkah pada saat ini, ini kan masalah pekerjaan atau masalah piring nasi orang lain. Kita ga pernah tau beban atau tanggungan apa yang mereka pikul,” ujarnya.

“Kan yang tidak berpuasa juga punya hak untuk cari makan,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa warung makan miliknya telah terdaftar, hal itu dikarenakan dirinya juga rutin membayar pajak. Sehingga aneh rasanya kalau tidak ada sosialisasi yang diberikan kepada pihaknya.

Kini, untuk mengikuti Perda yang berlaku. Nico pun memutuskan untuk penjualan di warung miliknya hanya dalam bentuk bungkus saja, tidak makan ditempat.

“Sekarang kami hormat dengan Perda tersebut, tapi tolong disosialisasikan dengan baik,” tutupnya. (KN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA