Soal Keberlanjutan IKN, Penggiat Lingkungan Khawatir Pegunungan Meratus Terdampak

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Des 2023 17:53 0 198 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Pasca buka suaranya tiga calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) terkait keberlanjutan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan masyarakat.

Melihat tanggapan pro dan kontra yang terjadi, Penggiat Lingkungan dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Mulyadi Saputra turut berkomentar. Dia khawatir, akan dampak kelestarian Pegunungan Meratus di HST ke depan.

Pasalnya, Kalimantan Selatan (Kalsel) termasuk Kabupaten HST menjadi daerah penyangga kehadiran IKN. Selain itu, khawatir potensi sumber daya alam (SDA) batu bara HST dikorbankan untuk mencukupi kebutuhan IKN nantinya.

Padahal, selama ini masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) satu suara menolak adanya pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit yang berpotensi merusak lingkungan, terlebih Pegunungan Meratus.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

“Amanah Save Meratus atau Penyelematan Pegunungan Meratus harus dipertahankan,” tegas Pemilik Bank Sampah Urbandewan ini, Sabtu (2/12/2023).

Mulyadi mengatakan, apabila Undang-Undang (UU) mengamanahkan IKN ini untuk dilanjutkan atau dibatalkan, ia sepakat saja.

Kendati demikian, tantangan lainnya adalah siapapun capres-cawapres yang terpilih nantinya harus betul-betul meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup secara komprehensif.

Ia berharap, adanya sebuah kebijakan untuk menjadikan beberapa kabupaten khusus tanpa tambang dan tanpa sawit untuk penyeimbang dalam menghadapai krisis iklim, pengurangan emisi, penurunan gas rumah kaca demi keberlanjutan lingkungan.

“Ke depan harus ada peningkatan kebijakan yang benar-benar bisa menindak tegas perusak lingkungan. Termasuk, jangan ada kompromi perusahaan BUMN atau swasta yang terbukti melakukan pelanggaran lingkungan,” papar Pemuda lulusan Pascasarjana PSDAL Universitas Lambung Mangkurat itu.

Di sisi lain, kehadiran IKN ini menjadi tantangan besar bagi sumber daya manusia (SDM) lokal untuk bersaing. Sehingga, ia mendorong adanya pemerataan pembangunan dalam berbagai sisi, baik itu SDM, infrastruktur maupun hal lainnya agar dapat menjalankan amanah sesuai Pancasila.

“Prioritaskan ASN atau tenaga lokal dalam menjalankan pemerintahan di IKN agar mereka dapat bersaing,” harapnya.

Mulyadi juga realitas memandang kehadiran IKN ini, memang menjadi potensi yang besar untuk pembangunan dan optimalisasi potensi pangan, ekonomi kreatif (ekraf), wisata dan berbagai bidang lainnya.

“Kita melihat pembangunan sangat tidak merata di Indonesia ini, terutama di Jawa terus yang dibangun. Padahal, sumber pajak dan pendapatan dari Kalimantan berkontribusi besar terhadap Negara. Untuk itu, harus ada pemerataan yang jelas,” ucapnya.

Di sisi lain, dirinya menginginkan siapapun nanti capres-cawapres terpilih juga harus melanjutkan visi misi Indonesia 2045 menjadi Indonesia emas dalam segala bidang.(MH/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006

Member JMSI

Network

LAINNYA