Skirining Hipotiroid pada Bayi: Mencegah Kelainan dan Meningkatkan Masa Depan Anak

waktu baca 3 menit
Kamis, 14 Sep 2023 10:12 0 102 Andy Arfian

POJOKBANUA, BANJARBARU – Skirining hipotiroid adalah topik yang perlu kita bahas kali ini. Mengapa topik ini begitu penting? Karena skirining hipotiroid ini memiliki dampak yang besar pada masa depan bayi yang baru lahir. Dr. Indra Wijaja Himawan, Sp.A (K) dari RSD Idaman Banjarbaru, menjelaskan tujuan utama dari skirining ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan bayi-bayi yang akan dilahirkan.

Dokter Indra Wijaja menjelaskan, skirining adalah istilah yang menggambarkan serangkaian tes yang dilakukan pada bayi dalam beberapa hari pertama kehidupan mereka. Tujuannya adalah untuk mengetahui kelainan sedini mungkin, bahkan sebelum gejala-gejala penyakit muncul.

“Dengan mengetahui sedini mungkin, kita dapat memberikan intervensi secepat mungkin, baik itu dalam bentuk obat-obatan atau perubahan diet, yang dapat mencegah kecacatan atau kematian pada bayi. Khususnya pada bayi yang kita tahu bahwa mereka berkembang dengan potensial genetik yang sesuai dengan genetik dari ayah dan ibunya,” tegasnya.

Salah satu kelainan yang sering diidentifikasi melalui skirining hipotiroid adalah masalah dengan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berperan penting dalam metabolisme tubuh, termasuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan hormon tiroid pada bayi, terutama jika terjadi selama kehamilan, dapat menyebabkan dampak serius seperti retardasi mental, gangguan pertumbuhan, dan masalah lainnya.

Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)

Selain itu, hormon tiroid juga berperan dalam pembentukan saraf dalam tubuh bayi, dan kekurangan hormon ini dapat mengganggu perkembangan saraf. Ini bisa mengakibatkan anak yang memiliki masalah dengan tonus otot, refleks yang lambat, dan bahkan masalah pernapasan seperti suara nafas yang kasar atau henti nafas.

Gejala-gejala ini mungkin muncul jika tidak ada skirining hipotiroid yang dilakukan. Namun, gejala ini seringkali terlambat muncul, dan menunggu hingga gejala muncul dapat mengakibatkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki.

“Maka dari itu, skirining hipotiroid sangat penting dilakukan pada bayi yang baru lahir. Idealnya, skirining ini dilakukan dalam 48-72 jam setelah kelahiran. Tes yang paling umum dilakukan adalah pemeriksaan hormon tiroid stimulasi (TSH). Hasil positif dari tes ini akan memicu langkah-langkah selanjutnya, termasuk pemeriksaan lebih lanjut dan terapi dengan hormon tiroid,” imbuhnya.

Skirining hipotiroid adalah langkah awal yang krusial dalam mendeteksi kelainan pada bayi sejak dini. Dengan melakukan skirining ini, kita dapat mencegah dampak serius pada masa depan anak-anak kita. Ini adalah investasi dalam kesehatan dan masa depan generasi berikutnya, dan kita semua harus mendukung program-program yang menjalankan skirining hipotiroid ini.

“Masa depan yang sehat dan cerdas bagi anak-anak adalah aset berharga bagi pembangunan bangsa. Oleh karena itu, partisipasi dalam program skirining ini adalah langkah yang bijak dalam memastikan masa depan yang lebih baik untuk kita semua,” pungkasnya. (AY)

 

Editor: Andy Arfian

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221228-WA0020
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA