Sirup Obat Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut, ini Penjelasan BBPOM

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Okt 2022 15:28 0 135 Nanang Apidae

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Sebelumnya, sempat beredar informasi sirup obat diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut.

Menanggapi hal ini, Kepala Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin, Leonard Duma menyampaikan, perkembangan hasil pengawasan yang dilakukan BPOM terhadap sirup obat diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol.

“Hasil pengawasan rutin BPOM yang dilakukan secara berkesinambungan, sirup obat yang beredar masih memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu,” ujarnya saat ditemui awak media, Jumat (21/10/2022).

Kata dia, terkait dengan sirup obat, BPOM telah melakukan penindakan berupa penelusuran sirup obat yang terdaftar dan beredar di Indonesia. Pelaksanaan sampling, dan pengujian secara bertahap terhadap sirup obat diduga mengandung cemaran EG dan DEG.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

“Pelaksanaan pengujian terhadap dugaan cemaran EG dan DEG dalam sirup obat, acuan yang digunakan adalah Farmakope Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan sebagai standar baku nasional untuk jaminan mutu semua obat yang beredar,” bebernya.

Sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG kemungkinan berasal dari 4 bahan tambahan yaitu propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol dan gliserol. Bukan merupakan bahan yang berbahaya atau digunakan dalam pembuatan sirup obat.

“BPOM telah melakukan sampling terhadap 39 bets dari 26 sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG sesuai kriteria sampling dan pengujian,” jelasnya.

Dia bilang, diduga pasien gagal ginjal akut sebelum dan selama berada atau masuk rumah sakit diproduksi oleh produsen yang menggunakan empat bahan baku pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol dan gliserin dengan jumlah volume yang besar dan diproduksi oleh produsen. Memiliki rekam jejak kepatuhan minimal dalam pemenuhan aspek mutu.

“Hasil sampling dan pengujian terhadap 39 bets dari 26 sirup obat sampai dengan 19 Oktober 2022. Menunjukkan dugaan adanya kandungan cemaran EG yang melebihi ambang batas aman pada lima produk seperti termorex, Flurin SMP,
Unibebi Cough Sirup, Unibebi Demam Sirup dan Unibebi Demam Drops,” paparnya.

Kendati demikian, hasil uji cemaran EG tersebut belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan sirup obat memiliki keterkaitan dengan kejadian gagal ginjal akut.

Selain penggunaan obat, masih ada beberapa faktor risiko penyebab kejadian gagal ginjal akut seperti infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca Covid-19. (NS/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA