Sirkuit untuk Atasi Balap Liar di Banjarbaru, Pengamat Kota Sarankan Dibangun di Daerah Penyangga

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Mar 2023 18:07 0 659 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Rencana Pemko Banjarbaru yang menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk membangun sirkuit sebagai solusi atas maraknya balap liar, direspons oleh pengamat perkotaan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Eng. Akbar Rahman.

Dihubungi pojokbanua.com pada Sabtu (24/3/2023), Akbar mengapresiasi langkah Pemko Banjarbaru, dengan menggandeng IMI Kalsel untuk membangun sirkuit. Konsep kolaborasi antara Pemko Banjarbaru dan IMI Kalsel ini diperlukan dalam pembangunan sirkuit.

“Di mana IMI menyediakan lahan dan Pemko yang akan membangunkannya perlu ditelaah lebih lanjut,” ungkapnya.

Kendati begitu, Ketua Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik ULM ini berpandangan, alih-alih dibangun di Banjarbaru, sirkuit dibangun di daerah penyangga Ibu Kota Kalsel ini. Menurutnya, peran daerah penyangga Banjarbaru bisa dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan sirkuit.

Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)

“Lokasi sirkuit bisa saja berada di pinggir wilayah Banjarbaru atau bahkan di luar Banjarbaru misalkan di wilayah Kabupaten Banjar, dengan catatan kabupaten kota dan provinsi memiliki visi yang sama dalam mengentaskan balap liar di perkotaan,” ucapnya.

Lalu, apa alasannya? Jebolan S3 di Saga University, Jepang ini berpandangan bahwa penentuan lokasi sirkuit melibatkan pihak terkait dan memperhatikan tata ruang Banjarbaru. Apalagi saat ini status Ibu Kota Kalsel menjadi predikat yang disandang Banjarbaru, sehingga perlu kajian khusus dalam setiap pembangunan.

Akbar berpandangan, jika alasan pembangunan sirkuit adalah mengakomodasi hobi remaja dalam kegiatan balap motor, maka fasilitas sirkuit perlu juga memperhatikan.

“Seberapa banyak jumlah remaja yang hobi balapan di Banjarbaru, Martapura dan daerah sekitarnya sehingga sirkuit betul-betul dapat mewadahi semuanya,” ujarnya.

Jika memang dibangun, Akbar menerangkan bahwa status sirkuit nantinya akan menjadi hak kepemilikan bersama atau hibah Pemko Banjarbaru ke IMI Kalsel untuk pembangunan. Jika kepemilikan bersama, maka manajemen pengelolaan harus jelas.

“Pun jika pemko menghibahkan ke IMI Kalsel juga harus patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Kemudian, letak pembangunan sirkuit harus diserahkan ke IMI Kalsel, sebab pemilik lahan adalah IMI Kalsel, dan ini perlu perhatian dan kajian khusus. Karena sirkuit merupakan fasilitas penunjang kawasan, maka keberadaannya akan memunculkan tarikan perkembangan kota, dan dampak ini perlu dianalisis.

“Selain itu, polusi suara yang dihasilkan tidak menggangu kawasan permukiman,” beber Akbar.

Dirinya pun memberikan saran dalam menangani balap liar. Di mana, Pemko Banjarbaru juga dapat bekerjasama dengan Pemkab Banjar dan Pemprov Kalsel. Hal ini penting, karena kedua wilayah berdekatan dan wiliyah Perkantoran Pemprov Kalsel, yang sering digunakan balap liar.

Lebih lanjut Akbar menerangkan, jika melihat perkembangan kawasan ke depannya, Banjarbaru harus betul-betul meperhatikan penempatan fasilitas baru kota, agar tidak terjadi penumpukan aktivitas.

“Maka distribusi pemanfaatan ruang kota yang seimbang akan membentuk Banjarbaru yang lebih nyaman kedepannya,” tuntasnya. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA