Simak, Manfaat Bekam dan Efek Sampingnya

waktu baca 5 menit
Minggu, 9 Jul 2023 09:57 0 114 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, JAKARTA – Bekam merupakan salah satu pengobatan alternatif yang cukup populer dan banyak peminatnya karena mampu mengatasi banyak masalah kesehatan.

Terapi yang berasal dari Timur Tengah dan Cina ini, bisa kamu lakukan dengan menggunakan cangkir khusus untuk menghisap racun atau darah kotor yang ada dalam tubuh.

Banyak yang meyakini metode pengobatan ini mampu mengurangi perasaan sakit, peradangan, relaksasi, dan masih banyak lagi. Berikut berbagai manfaat dari terapi bekam seperti dilansir dari halodoc.com.

Manfaat Terapi Bekam yang Bisa Diperoleh

Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)

Bekam adalah salah satu dari banyak metode pengobatan tradisional Cina untuk menghilangkan stagnasi dan merangsang aliran qi (chi).

Qi adalah aliran bebas energi vital yang beredar melalui tubuh dan dunia sekitar kita. Jika qi terganggu, hal itu bisa menimbulkan stagnasi (penyumbatan) atau ketidakseimbangan dalam tubuh.

Jadi, bekam menghilangkan penyumbatan energi yang diidentifikasi oleh praktisi pengobatan Cina tradisional sebagai penghalang aliran qi yang sehat yang bisa menyebabkan penyakit.

Intinya, bekam bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah, mengendurkan fasia atau jaringan ikat, dan karenanya bisa merangsang penyembuhan. Ini mirip dengan cara pemijatan jaringan dalam yang dapat kamu gunakan untuk memecah jaringan parut dan mengurangi rasa sakit.

Mengacu pada Journal of Acupuncture and Meridian Studies, terapi ini dapat mengatasi beberapa penyakit lokal atau sistematik. Beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan, antara lain:

1. Meningkatkan aliran darah ke kulit
2. Mengubah sifat biomekanik pada kulit
3. Meningkatkan toleransi nyeri
4. Mengurangi peradangan
5. Meningkatkan imunitas seluler

Bekam secara tradisional juga sudah bisa kamu gunakan untuk mengatasi gangguan paru-paru seperti batuk, kongesti bronkus, dan asma. Terapi ini juga secara tradisional bisa mengatasi kelumpuhan (paralisis), keluhan pencernaan, dan nyeri.

Para peneliti bahkan telah mempelajari bekam terutama di Cina, dan mereka menemukan manfaat terapi tersebut untuk beberapa kondisi seperti:

– Kecemasan.
– Depresi
– Sakit punggung
– Varises
– Tekanan darah tinggi
– Eksim
– Jerawat
– Kesuburan
– Radang sendi
– Fibromyalgia
– Diabetes
– Anemia
– Herpes zoster (herpes zoster)
– Insomnia
– Asam urat

Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih para ahli butuhkan untuk mengonfirmasi manfaat dari terapi ini untuk mendukung kesehatan atau penyembuhan dari penyakit. Selain itu, kamu juga perlu tahu berbagai pengobatan lain, semisal Pengobatan Ayurveda asal India yang mengedepankan pendekatan alami untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Prosedur Terapi Bekam

Sebelum menjalani terapi, kamu mungkin perlu mengonsumsi makanan ringan dalam 2-3 jam sebelum sesi berlangsung. Berdasarkan metodenya, bekam terbagi menjadi dua jenis, yaitu bekam kering dan bekam basah. Selama perawatan, berikut langkah-langkahnya:

Praktisi akan bertanya terkait gejala yang kamu rasakan, bahkan memeriksa riwayat kesehatan untuk seseorang yang pertama kali melakukannya. Sebelum memulai terapi, praktisi akan memasukkan bahan yang mudah terbakar, seperti alkohol, racikan herbal, atau kertas khusus ke dalam cangkir dan membakarnya. Ketika api mati, cangkir akan langsung terapis letakkan pada permukaan kulit.

Kamu mungkin akan merasa ada tekanan mengisap saat cangkir diletakkan di tubuh. Hal itu karena udara di dalam cangkir menciptakan ruang hampa yang menarik kulit dan otot ke dalam cangkir. Praktisi mungkin membiarkan kamu beristirahat selama beberapa menit hingga waktunya melepaskan cangkir. Pada terapi bekam kering, cangkir akan dibiarkan menempel dalam waktu yang sudah ditentukan, biasanya sekitar 3 menit. Sedangkan pada terapi basah, cangkir akan didiamkan selama 3 menit.

Terapis akan mengangkat cangkir dan membuat sayatan kecil pada area kulit tersebut untuk mengeluarkan darah. Lalu, cangkir akan terapis letakkan kembali di tempat semula untuk penyedotan kedua selama beberapa menit untuk mengeluarkan darah.

Setelah selesai, terapis akan mengolesi bagian yang terluka dengan salep antibiotik dan kemudian ia tutup dengan perban untuk mencegah infeksi. Perlu kamu ketahui, kulit bisa memerah bahkan memar ringan setelahnya. Hal itu wajar karena pembuluh darah merespons perubahan tekanan.

Namun sekarang ini, bekam bisa kamu lakukan dengan pompa karet untuk menciptakan hisapan dibandingkan cara tradisional yang menggunakan metode panas. Untuk efektivitasnya sendiri belum bisa para ahli pastikan lebih baik mana dari dua tindakan tersebut.

Efek Samping Bekam

Selain manfaatnya, kamu juga perlu tahu tentang efek samping yang bisa timbul. Meski terbilang aman untuk kamu lakukan, risiko dari efek samping tetap ada, terutama pada bagian kulit yang terkena cangkir bekam, seperti:

– Perasaan nyeri
– Mengalami luka bakar
– Memar
– Infeksi pada kulit
– Ketegangan atau nyeri otot
– Kelelahan dan/atau sakit kepala.

Jika kamu merasakan gejala-gejala di atas setelah terapi, sebaiknya segera hubungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera. Jika cangkir dan peralatan lainnya tidak kamu sterilkan dengan benar, bisa jadi penyakit yang menular melalui darah dapat menyebar antar orang, seperti hepatitis B dan hepatitis C.

Kondisi yang Tidak Boleh Mendapatkan Terapi Bekam

Penelitian masih terbatas untuk mengetahui efek bekam pada kesehatan. Karena itu, masih sulit untuk menentukan kondisi yang tidak dokter rekomendasikan untuk mendapatkan terapi ini. Salah satu kondisi yang tidak disarankan adalah wanita yang sedang hamil.

Beberapa kondisi lainnya yang tidak dianjurkan untuk menjalani bekam, antara lain:

1. Gangguan pendarahan, seperti hemofilia
2. Mengalami masalah pembekuan darah, seperti trombosis vena atau pernah mengalami stroke
3. Mengidap masalah kulit, seperti eksim dan psoriasis
4. Mengalami kejang (epilepsi)

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan berbagai manfaat dari terapi bekam, beserta prosedur dan efek samping yang bisa terjadi. Sebelum mendapatkan terapi ini, sebaiknya tanyakan pada dokter pribadi jika kamu memiliki beberapa kondisi medis. (WF/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006

Member JMSI

Network

LAINNYA