Sengketa Tanah di Tegal Arum, Warga Syamsudin Noor Mengadu ke DPRD Banjarbaru

waktu baca 2 menit
Selasa, 2 Apr 2024 15:57 0 1131 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Sejumlah warga Jalan Sempati Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin mengadukan dugaan sengketa tanah ke DPRD Banjarbaru, Senin (1/4/2024) kemarin.

Di hadapan dua legislator Komisi I DPRD Banjarbaru, Ir. Takyin Baskoro dan Sukardi, mereka mengeluhkan tanah yang dimiliki oleh mereka diduga tumpang tindih dan diduga terjadi permainan mafia tanah. Bahkan, mereka juga membawa dokumen-dokumen kepemilikan tanah yang mereka miliki sebagai bukti dukung untuk menyampaikan aduan ke DPRD Banjarbaru.

“Intinya, diduga tanah kami ditumpangi oleh orang lain,” ujar salah satu perwakilan warga, Suparmo kepada pojokbanua.com.

Suparmo bersama warga lainnya pun mengharapkan bantuan legislator Banjarbaru untuk menyelesaikan polemik ini. Sebelumnya, mereka telah berupaya semaksimal mungkin mencari keadilan.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

“Namun di sidang kita selalu kalah. Masyarakat berjuang untuk betul-betul menggarap tanah, namun dalam persidangan kalah,” imbuhnya.

Merespons aduan warga, Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ir. Takyin Baskoro pun mencoba mempelajari dan menelaah polemik dugaan sengketa tanah. Di samping tentunya menerima salinan berkas yang dimiliki warga beserta kronologi dan bukti-bukti terjadinya sengketa tanah.

“Kami juga sempat meminta penjelasan secara ringkas dari warga terkait sengketa yang mereka alami,” bebernya.

Selain mempelajari aduan warga, Baskoro juga berjanji akan mencarikan solusi terbaik untuk warga secara politik. Adapun Komisi I menawarkan solusinya setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Solusi yang ditawarkan Komisi I, setelah mengetahui persoalan akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk ke Pemko Banjarbaru,” cetus Baskoro.

Sementara itu dikonfimasi terpisah pada Selasa (2/4/2024), Kasi Pemerintahan Kelurahan Syamsudin Noor, Husian menuturkan, pihaknya telah mengetahui polemik yang dialami warga Jalan Sempati Tegal Arum. Sebelumnya, upaya mediasi telah dilakukan oleh pihak kelurahan, termasuk melibatkan orang-orang yang mengklaim memiliki sertipikat tanah.

“Karena tidak ada niat baik dari yang punya sertipikat dan didapati merasa benar, maka disarankan untuk ambil langkah hukum. Sebelum mengambil ke jalur hukum, warga disarankan minta dukungan ke DPRD dan saksi-saksi yang mengetahui status tanah, agar melengkapi saksi dan bukti,” tuntasnya (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA