iklan di pojokbanua

Sekolah Atas Rawa di HST, Semangat Siswa Terus Membara

waktu baca 3 menit
Kamis, 2 Mei 2024 14:57 0 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Waktu menunjukkan pukul 07.00 Wita pagi, sejumlah siswa tampak bersiap mengenakan seragam bersiap menuju sekolah. Selain seragam, tas dan alat dayung jadi pegangan mereka.

IMG-20240616-WA0002

Wajar saja, para siswa di SDN 3 Sungai Buluh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tak memiliki akses langsung menuju sekolah. Berlokasi di atas rawa membuat mereka harus mendayung sampan agar bisa ke sekolah.

Sebagian yang lain ada juga diantar orang tua menggunakan perahu bermesin menuju sekolah. Namun mereka sulit untuk disiplin. Mengingat, orang tua mereka terlebih dahulu harus menjual ikan ke Pinang Habang baru bisa ke sekolah.

Meski begitu, semangat siswa untuk mengeyam pendidikan begitu tinggi. Ini juga didukung oleh para orang tua yang setia menunggu anaknya di kawasan sekolah.

Menariknya, sembari menunggu siswa pulang, para orang tua, khususnya ibu-ibu juga mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan penunjang ekonomi. Ada yang berdagang, namun yang paling banyak merajut ringgi(jala).

Hal ini dilakukan demi menunjang kegiatan ekonomi sang suami, yakni mayoritas sebagai nelayan tradisional. Kedekatan antar guru, siswa dan orang tua pun tampak terjalin begitu erat.

Kepala Sekolah SDN 3 Sungai Buluh, Syaifullah mengatakan, ada sebanyak 31 siswa dengan 10 guru di sekolahnya. Lima siswa di antaranya masih sekolah duduk, yakni sebutan untuk anak-anak yang belum memasuki usia sekolah namun hendak bersekolah.

Secara geografis, sekolah ini berlokasi sekitar 26 Kilometer dari pusat Ibu Kota HST, Barabai. Untuk menjangkau sekolah, ada dua alat transportasi yang harus digunakan, yakni menggunakan motor untuk akses darat dan menggunakan perahu motor untuk akses air.

Ia mengakui, para guru biasanya datang pukul 08.00 Wita pagi. Namun, untuk siswa kedatangannya sangat bervariasi. Baik yang tepat waktu dan terlambat tetap mereka layani dengan memberikan pembelajaran yang layak.

“Kita kalau memastikan siswa tepat waktu agak susah. Melihat kegiatan kegiatan orang tua mereka sebagai nelayan untuk menyambung penghidupan, kita berikan toleransi,” katanya saat ditemui Pojokbanua.com di sekolah, Kamis (2/5/2024).

Ada dua kendala utama berkaitan dengan pendidikan di SDN 3 Sungai Buluh ini. Pertama, keterbatasan akses, yakni masih belum adanya akses langsung yang menghubungkan ke sekolah.

Masalah ini tidak hanya dikeluhkan warga yang anaknya sekolah di SDN 3 Sungai Buluh saja. Melainkan juga, bagi anak-anak mereka yang ingin menyambung sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Akses menuju sekolah satu-satunya masih menggunakan perahu dayung atau perahu bermesin melewati perairan rawa,” paparnya.

Permasalahan lainnya, yakni tingkat ekonomi masyarakat yang mayoritas menengah ke bawah. Mereka hampir seratus persen berprofesi sebagai nelayan tradisional.

Syaifullah mengatakan, meski dihadapkan dengan permasalahan itu, semangat siswa untuk belajar patut diacungi jempol. Ditambah dukungan orang tua yang selalu setia mengantar jemput anaknya untuk bersekolah.

Ditambah lagi, hadirnya Kurikulum Merdeka turut sangat membantu memberikan pendidikan yang sesuai untuk mereka. Dengan pembelajaran berdiferensiasi, pihaknya bisa bebas merancang pembelajaran sesuai dengan minat dan bakat anak-anak.

“Kita bisa lebih leluasa memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan para siswa,” ujarnya.

Demi menunjang pembelajaran, pihaknya mengakui memang sekolah masih perlu dukungan untuk sarana prasarana. Seperti LCD, perangkat internet, serta perbaikan sejumlah ruangan sekolah.

Syaifullah berharap, di momen Hari Pendidikan Nasional 2024 ini semua peserta didik bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih merata, para siswa di sekolahnya dapat mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Dengan bisa mengeyam pendidikan yang lebih tinggi diharapkan mereka dapat kembali ke desa membangun daerahnya agar lebih baik lagi,” tutupnya. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    Fatmawati
    1 bulan  lalu

    Semangattttt

    Balas

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA