iklan di pojokbanua

Sejarah Lengkap Museum Lambung Mangkurat: Berdiri Sejak Zaman Kolonial, Ini Koleksi Andalannya

waktu baca 4 menit
Selasa, 27 Jul 2021 19:55 1 Musa Bastara

POJOKBANUA, BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat, tempat bersejarah yang menyimpan sejuta koleksi barang berharga di dalamnya. Banyak benda peninggalan leluhur, baik bekas perjuangan maupun lainnya.

IMG-20240616-WA0002

Museum ini berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km.36,5 Kelurahan Komet Raya, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Lambung Mangkurat diresmikan pada 10 Januari 1979 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud), Dr Daoed Yoesoef.

Dulunya, museum tersebut bernama Museum Borneo. Museum pertama di Kalsel, yang berdiri sejak zaman kolonialisme tahun 1907 di Banjarmasin.

Tahun 1955, Gubernur Milono mencetus Museum Kalimantan, dan menjadi museum kedua yang dimotori oleh Almarhum Amir Hasan Gelar Kyai Bodan Kejawan sebagai pioneer museum. Sayangnya, museum yang memakai Gedung Permufakatan Indonesia tersebut kemudian hangus terbakar setelah insiden nahas yang menimpa.

Rentang dua belas tahun kemudian, tepatnya tahun 1967, setelah terselenggara Konferensi Kebudayaan, kemudian berdirilah Museum Banjar yang merupakan museum ketiga berkat keputusan Gubernur Kalimantan Selatan.

Gedung sementara yang digunakan adalah bangunan rumah Almarhum Abdul Ghafar Hanafiah, lalu dipindahkan ke Balai Wartawan pada tahun 1968. Hingga akhirnya, museum Banjar tidak bertahan lama, koleksi museum Banjar ini lalu menjadi bagian dari koleksi Museum Lambung Mangkurat.

Museum Lambung Mangkurat. (MS)

“Nama Lambung Mangkurat diambil dari sebuah hikayat, dari nama Lembu Mangkurat, merupakan pemangku kerajaan negara Dipa yang menjadi cikal bakal Kesultanan Banjar,” jelas Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, Darmanto kepada pojokbanua.com, Minggu (25/7/2021).

Kata dia, museum ini mempunyai luas bangunan mencapai 2000 meter persegi dan luas lahan museum kurang lebih 15.000 meter persegi, yang terdiri dari beragam fasilitas gedung.

Museum itu menampung sekitar 12 ribu koleksi. Untuk klasifikasinya ada 10 jenis, antara lain, Geologi/Geografi, Biologi, Etnografika, Arkeologi, Historika, Numismatika/Heraldika, Filologi, Keramologi, Seni Rupa dan Teknologi.

Bangunan museum ini terdapat dua lantai dan mempunyai bentuk rumah adat tradisional Banjar, atau disebut Rumah Bubungan Tinggi dengan polesan gaya modern.

Museum Lambung Mangkurat. (MS)

Di lantai pertama, bisa ditemukan tiga ruang pameran yakni satu ruang pameran terbuka dan dua ruang pameran tertutup.

Di ruang pameran terbuka, pengunjung bisa melihat tiga alat transportasi andalan masyarakat Banjar untuk menyusuri sungai antara lain, jukung sudur, jukung tambangan, dan perahu pandan liris. Juga bisa ditemukan sebuah jangkar besar dan meriam peninggalan VOC di museum Lambung Mangkurat di luar bangunan museum.

Memasuki dua ruang pameran tertutup, pengunjung akan terseret ke masa prasejarah. Terdapat peralatan yang digunakan pada zaman prasejarah seperti beliung, kapak bahu, pahat kapak lonjong, tuangan kapak perunggu dan lainnya. Sedangkan di ruang pameran tertutup lainnya, terpajang beragam peninggalan Kerajaan Banjar.

Naik ke lantai dua, pengunjung akan menemukan beragam biota endemik Kalimantan Selatan. Binatang-binatang itu sudah diawetkan untuk keperluan edukasi.
Kemudian, pada ruangan lain terpampang lukisan foto etnis dan peta persebaran suku bangsa yang berdiam di Kalsel.

Di tempat ini, pengunjung dapat melihat bermacam bentuk rumah tradisional Banjar seperti rumah bubungan tinggi, gajah manyusu, palimasan, palimbangan, balai bini, rumah adat joglo, cicak burung dan tadah alas.

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat seperti apa kehidupan masyarakat Banjar. Hal ini dilihatkan dalam bentuk replika kehidupannya, semisal bentuk dapur beserta perlengkapan alat-alat rumah tangga. Alur sejak seorang manusia lahir hingga kembali ke sang Pencipta, juga dilihatkan dalam bentuk replika upacara Banjar.

Pada ruangan sama, ada ruangan lebih kecil yang memajang al quran tulisan tangan karya Syekh K.H. M. Arsyad Al-Banjari. Itu adalah salah satu masterpieces atau benda koleksi andalan museum ini.

Museum Lambung Mangkurat. (MS)Mus

Adapun, koleksi masterpieces lainnya yaitu pakaian Pangeran Antasari dan replika kursi emas Kerajaan Banjar. Lalu, untuk koleksi tertuanya fosil tulang gajah yang diperkirakan sudah berumur lebih dari 10.000 tahun.

Semenjak pandemi Covid-19, pengunjung museum berkurang. Ditambah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, maka sementara waktu pengunjung museum dibatasi. Rencananya, bangunan museum akan direnovasi, salah satunya ruangan kain untuk menyimpan kain nusantara.

Nantinya, juga akan ada pengecatan karena bangunan ini sudah banyak tampak terkelupas dari sisi luar. Bahkan, sekarang area parkir sudah ditambah 50 persen. (MS/PR)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    Slamet hadi triyanto
    2 tahun  lalu

    the collection name must be ended with “ka” except seni rupa, they were indicate if the kind of collections were not one (plural)

    Balas

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA