iklan di pojokbanua

Resmi! Pasar CBS Martapura Pakai Pembayaran Non Tunai lewat QRIS

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Mei 2022 19:38 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai diterapkan di kawasan Pasar Permata Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Kabupaten Banjar.

QRIS dikembangkan industri sistem pembayaran bersama Bank Indonesia (BI) untuk menyatukan berbagai macam QR (Quick Response), dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. Bahkan, penerapan sistem pembayaran digitalisasi menggunakan QRIS memuat seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara.

Bertujuan, mempermudah dan membantu pembeli untuk melakukan pembayaran non tunai melalui aplikasi online bentuk scan barcode. Program itu telah dilaunching Bupati Banjar, H Saidi Mansyur bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Imam Subarkah. Tak terkecuali, pihak Perusahaan Umum Daerah Pasar Bauntung Batuah (Perumda PBB) Kabupaten Banjar selaku pengelola pasar.

“Untuk individu atau kelompok yang berperan sebagai penjual barang atau jasa memiliki toko offline dan online di Kalsel yang terhubung dengan QRIS kini sudah mencapai 183.000. Dengan total 136.000 jumlah pengguna, terdiri dari 66.000 penggunaan baru,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Imam Subarkah, Rabu (25/5/2022).

Kata dia, mengingat di tahun ini target BI sudah tercapai, yakni lebih dari sekitar 15 juta penggunaan baru QRIS di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kalsel. Maka, pihaknya optimis dapat meningkatkan penggunaan QRIS di Kalsel, khususnya Kabupaten Banjar.

“Kita upayakan masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran uang non tunai yang memiliki banyak kelebihan. Di antaranya mudah dan relatif lebih sehat karena tidak terhubung langsung, utamanya transaksinya lancar,” jelasnya.

Dengan mengusung tagline ‘Pasar SIAP (Sehat Inovatif Aman Pakai) QRIS’, Imam akan kembali menyasar sejumlah pasar tradisional lainnya di Kalsel agar dapat menerapkan QRIS.

“Hari ini, perdana secara simbolis kita launching di Pertokoan CBS. Tapi, untuk pengguna QRIS di Kalsel sebenarnya sudah banyak juga. Karena QRIS ini kan sifatnya melengkapi dari cara pembayaran saja, dan bisa menggunakan transaksi pembayaran lainnya,” ucapnya.

Atas dasar tersebut, ia menarget penggunaan QRIS di Kalsel bisa mencapai sekitar 600.000 atau 700.000 penggunaan dengan slogan ‘CEMUAH’ (Cepat, Mudah, Aman, Murah, dan Handal).

“Terlebih, saat ini pertumbuhan pengguna QRIS di Kalsel sudah mencapai 136.000 penggunaan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Banjar, H Saidi Mansyur mengapresiasi, implementasi Siap QRIS sebagai langkah memperluas akseptasi atau penerimaan pembayaran digital. Salah satunya, fasilitas penggunaan QRIS di pasar dan pusat perbelanjaan.

“Semoga, kesadaran para pedagang dan masyarakat sekitar terkait dengan pembayaran menggunakan QRIS semakin meningkat, dan perluasan pasar SIAP QRIS di Kalsel tercapai,” harapnya.

Kolaborasi dilakukan Bank Indonesia dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini diterapkan secara bertahap, salah satunya di Pasar Permata CBS Martapura. (WF/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA