iklan di pojokbanua

Rentan Bencana, Alat Rambu Bahaya Bakal Dipasang Pemkab Banjar di Tempat Wisata

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Mei 2024 08:30 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Banjar, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudparpora) Kabupaten Banjar, akan memasang alat rambu bahaya di sejumlah tempat wisata.

IMG-20240616-WA0002

Menurut Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Banjar, Afri, industri pariwisata di Kabupaten Banjar dianggap rentan terhadap bencana jika tidak dikelola dengan baik. Hal ini dapat mempengaruhi ekosistem pariwisata dan pencapaian target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar.

“Oleh karena itu, dalam anggaran tahun 2025 akan dipertimbangkan pemasangan alat rambu bahaya di tempat wisata,” ucapnya di sela kegiatan pelatihan tata kelola destinasi wisata yang berlangsung di Anjangsana Room, Villa Aranaway Pamathon, belum lama tadi.

Afri, menegaskan bahwa sejumlah objek wisata di Kabupaten Banjar tetap aman dikunjungi. Karena tidak termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Berdasarkan pantauan di lapangan, objek wisata seperti Waduk Riam Kanan di Aranio masih ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjar, Abdullah Fahtar mengatakan, pengelolaan risiko di kawasan super prioritas pariwisata memerlukan perencanaan sinergis antara tingkat nasional dan daerah.

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan kajian risiko bencana di tiga kawasan super prioritas pada tahun anggaran 2024-2025, termasuk wilayah yang dikelola oleh BPBD Banjar,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, ada usulan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan bahaya kebencanaan kepada Desa Tiwingan. Rencana ini akan dikoordinasikan dengan Camat Aranio dan pemerintah desa setempat dalam waktu dekat.

“Pelatihan ini merupakan langkah penting untuk memastikan pengelolaan wisata yang lebih baik dan aman di Kabupaten Banjar, dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat setempat,” lugas Abdullah.

Pelatihan ini dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai desa di Kabupaten Banjar. Acara ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas (PK) Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinbudparpora) Kabupaten Banjar.

Agenda pelatihan ini mencakup peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pendanaan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), keamanan bagi pengunjung obyek wisata, serta sarana komunikasi yang mendukung kegiatan pariwisata. (rls/WF/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA