iklan di pojokbanua

Puluhan Warga Banjarmasin Langgar Prokes saat PPKM Level 4 Ditegur Petugas

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jul 2021 21:21 0 Tania Anggrainy

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Puluhan warga terjaring razia operasi yustisi saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Banjarmasin, Rabu (28/7/2021).

IMG-20240616-WA0002

Meski sebelumnya telah diumumkan PPKM level 4 ini mulai dari 26 Juli sampai 2 Agustus 2021, namun masih banyak yang melanggar protokol kesehatan (prokes) seperti tak mengenakan masker.

Diketahui, penerapan PPKM ini dilakukan secara humanis. mereka yang terjaring hanya diberikan teguran secara lisan. Bahkan, bagi mereka yang tidak memiliki masker diberi oleh petugas yang berjaga.

“Sampai sore ini, sudah terdata puluhan orang yang kita dapati melanggar prokes. Kalau sampai nanti malam bisa ratusan,” ucap Plt Kasatpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin.

Ia menjelaskan, penegakan prokes yang dijalankan ini mengacu dengan Perwali Nomor 68 Tahun 2020.

Menurutnya, bagi warga yang terjaring berulang-ulang kali, tidak menutup kemungkinan sanksi yang diberi juga akan ditingkatkan. Misal, sanksi sosial seperti yang sudah pernah diterapkan saat PSBB yakni membersihkan atau menyapu jalan dan diberi denda hingga ratusan ribu rupiah.

“Kita tegur dengan lisan secara santun, terus data. Tapi kalau memang sudah berulang kali bisa kita tingkatkan ke sanksi sosial,” tegasnya.

Ia membeberkan, secara umum penegakan prokes ini dilaksanakan di lima kecamatan. Namun, untuk pos utama didirikan di tiga wilayah yaitu di kawasan A. Yani KM 6, Bundaran Kayu Tangi dan Pasar Lima.

“Pelaksanaannya kita lakukan di semua kecamatan agar bisa lebih optimal dan masif. Rata-rata kita laksanakan di depan kantor kecamatan,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku, masih banyak didapati warga yang tidak mengenakan masker, baik itu pengendara roda dua maupun roda empat.

Meski tidak memberlakukan jam malam, lanjutnya, dipastikan ada patroli keliling oleh petugas. Termasuk, memastikan seluruh kafe dan restoran hanya buka sampai pukul 20.00 Wita.

“Kita edukasi dulu dan didata. Namun, jika masih saja kita akan tegakan aturan Perwali Nomor 68 Tahun 2020. Bisa saja kita berikan sanki sosial atau denda,” pungkasnya. (TA/PR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA