harjad bjb idul ftr 1445 PB
harjad bjb idul ftr PB

Proyek Molor Akibatkan Macet, Legislator Pertanyakan Keseriusan Pembangunan Jembatan Kapuh-Barikin HST

waktu baca 2 menit
Rabu, 7 Feb 2024 18:56 0 2770 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Athaillah Hasbi mempertanyakan keseriusan pihak pelaksana proyek pembangunan Jembatan Kapuh-Barikin, Hulu Sungai Tengah (HST).

Idul Fitri (1)
harjad bjb - m ikhsan
harjad bjb - gt manggis
harjad bjb - t baskoro
harjad bjb - rsd idaman
IMG-20240420-WA0002
IMG-20240420-WA0007

Pasalnya, proyek tersebut sudah molor dan dikeluhkan oleh warga. Terlebih lagi, pada titik tersebut sering terjadi kemacetan yang sangat panjang sehingga menghambat aktivitas maupun lalu lintas masyarakat.

“Saya minta secepatnya hal itu bisa di selesaikan. Bisa juga dengan menambah buruh dan material, serta alat berat untuk meratakan jalan bergelombang di lokasi pengerjaan itu,” ujarnya, Rabu (7/2/2024).

Pria disapa Atak itu mengatakan, banyak pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan yang bergelombang dekat jembatan yang dibangun tersebut. Terlebih lagi, sering kali mobil besar juga terjebak amblas hingga terjadi kemacetan panjang.

“Yang bergelombang itu harus segera diperbaiki. Bisa dikerjakan saat malam hari, mobil tidak banyak melintas,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan, agar material yang disiapkan dalam pengerjaan harus betul-betul sesuai spesifikasi. Atak menduga kontraktor kehabisan material atau dana sehingga pengerjaan menjadi lamban.

Pantauan lapangan sebelumnya, pembangunan jembatan permanen di Jalan Nasional Desa Kapuh, Kecamatan Haruyan, HST itu tak kunjung selesai. Akses itu merupakan akses vital di Jalan A Yani yang menjadi penghubung beberapa kabupaten di Kalsel.

Dari informasi yang dihimpun, jembatan tersebut diperbaiki sejak Maret 2023 dan seharusnya pada akhir 2023. Nilai kontraknya sebesar Rp10,8 miliar, dengan panjang jembatan sekitar 30 meter.

“Macet panjang. Jalan hendak naik ke jembatannya bergelombang, jadi sering terjebak. Apalagi banyak truk bermuatan besar yang hendak melintas dan memperparah kemacetan,” ujar pengguna jalan bernama Rusmi.

Ia menuturkan, sebelumnya ada jalan alternatif di samping jembatan tersebut. Namun, karena jembatan sudah mulai bisa dilewati, akses alternatifnya sudah dihancur. Diduga material tanahnya di uruk ke jalan dekat jembatan tersebut.

“Tadi kehujanan, parah macetnya dan jalanan becek,” ungkapnya.

Ada akses alternatif lain jika hendak tidak melewati jembatan itu. Yakni, jika dari Banjarmasin ke Barabai bisa lewat simpang empat Desa Barikin, belok kanan tembus ke Desa Tabudarat, belok kiri tembus ke Desa Sungai Gatal, begitu pula sebaliknya.

Namun, kata Rumsi, tak jarang disana juga terjadi kemacetan dan sering mobil terjebak. Mengingat aksesnya kecil dan beberapa pengguna jalan yang kurang tahu memaksakan motor besar mau melintas ke sana.

Upaya konfirmasi sudah dilakukan kepada pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel lewat pesan WhatsApp sejak Selasa (6/2/2024) kemarin. Namun, hingga berita ini diturunkan Rabu (7/2/2024) petang, berbagai pertanyaan terkait progres jembatan tersebut masih belum diberikan jawaban. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA