iklan di pojokbanua

Produksi dan Penjualan Ketupat di Banjarmasin Bikin Omzet Menurun saat Iduladha

waktu baca 2 menit
Kamis, 14 Jul 2022 13:56 0 Nanang Apidae

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Pemerintah bakal menerapkan wajib vaksin booster atau ketiga bagi warga yang melakukan perjalanan laut dan udara, juga berdampak kepada produksi dan penjualan ketupat yang mengalami penurunan omzet penjualan.

IMG-20240616-WA0002

Pasca Hari Raya Iduladha, biasanya berdampak bagus bagi para penjual ketupat di Banjarmasin, namun tidak untuk tahun ini.

Seorang penjual ketupat di Jalan Sungai Baru Banjarmasin, Mardiana (33) mengaku, pendapatan di tahun ini mengalami perbandingan yang sangat jauh dibandingkan tahun sebelumnya.

Kata dia, dirinya hanya memproduksi ketupat di bawah standar dari biasanya pasca Iduladha.

“Kita produksi sekitar ribuan ketupat, tergantung keadaan. Itu pun sudah termasuk sama langganan yang mengambil. Seperti orang jualan atau untuk dijual lagi,” ujar Mardiana kepada pojokbanua.com, Rabu (14/7/2022).

Dia bilang, terkait kurangnya minat pembeli pada penjualan ketupat di hari raya ini, pihaknya hanya menaikan harga menyesuaikan situasi dan keadaan.

“Kalau hari raya ini kita di harga Rp5 ribu. Soalnya, hari besar ini peluang. Kalau di hari biasa kita masih di harga Rp2 ribu sampai Rp3 ribu,” jelasnya.

Diakui, pihaknya sudah kembali menormalkan standar produksi dan harga penjualan ketupat. “Ini sudah mulai kita normalkan, produksi sudah kita kurangi juga, ya sekitar 200-an aja,” lanjutnya.

Adapun, faktor mendasar di antaranya ada bentrok keperluan masyarakat yang lebih penting dibanding memasak.

“Mungkin, karena faktor ekonomi dan lainnya. Sebab, anak-anak mulai sekolah dan masalah lain yang banyak bentrok. Jadi, faktor ini yang membuat orang ada keperluan lain,” terangnya.

Senada, Siti Fatimah (45) penjual ketupat di wilayah setempat. Ia menduga, perbandingan itu sendiri terjadi karena faktor kurangnya orang yang berkurban di tahun ini.

“Ya mungkin karena faktor orang yang bekurban kurang, jadi pemasok daging sedikit, biasa ketupat di beli masyarakat untuk masakan daging tersebut,” ungkapnya.

Omzet mengalami penurunan, diprediksi ada sekitar 20 hingga 30 persen. “Semoga, ke depan pemasok ketupat di kampung ketupat ini bisa lebih baik lagi,” harapnya. (NS/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA