PLN Lakukan Dedieselisasi 5 Sistem ULD di Kalteng untuk Hemat Rp4 Miliar

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Nov 2023 13:53 0 77 Andy Arfian

POJOKBANUA, BANJARBARU – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) berhasil menghubungkan 5 Sistem Unit Listrik Desa (ULD) di Kalimantan Tengah ke sistem jaringan listrik pusat melalui program penghapusan penggunaan generator diesel. Kelima sistem ULD tersebut adalah Sistem Sungai Hanyu, Sistem Menthobi Raya, Sistem Tumbang Miri, Sistem ULD Tumbang Lahung, dan Sistem ULD Tumbang Kaman. Dengan tidak lagi menggunakan 5 generator diesel tersebut, PLN UID Kalselteng dapat menghemat lebih dari Rp 4 milyar setiap bulannya.

Sistem ULD Sungai Hanyu berlokasi di Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kuala Kapuas dengan jumlah pelanggan sebanyak 694 orang. Sistem Menthobi Raya berada di Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau dengan 1.856 pelanggan. Sistem Tumbang Miri berada di Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas dengan 675 pelanggan. Sistem ULD Tumbang Lahung berada di Kecamatan Permata Intan Kabupaten Murung Raya dengan 444 pelanggan. Yang terbaru diresmikan adalah Sistem ULD Tumbang Kaman di Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah pada Kamis (2/11/2023), dengan 1.356 pelanggan.

Menurut keterangan tertulis General Manager PLN UID Kalselteng Muhammad Joharifin, program penghapusan penggunaan generator diesel ini memberikan dampak yang sangat positif bagi PLN, masyarakat pelanggan, dan lingkungan hidup.

“Program dedieselisasi ini adalah salah satu program unggulan PLN di 2023 ini, sebab PLN bisa memangkas penggunaan bahan bakar minyak untuk biaya operasionalnya,” ujar Joharifin.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

Secara ekonomis, biaya operasi sistem ULD sangat mahal. Rata-rata biaya operasi ke-5 ULD tersebut adalah sebesar Rp 3.964,37 untuk menghasilkan 1 kilo Watt hour (kWh), sedangkan harga jual listrik ke masyarakat adalah Rp 1.444,70 per kWh. Dengan demikian, ada selisih sebesar Rp 2.500 per kWh, tambah Joharifin.

“Kalau secara hitung-hitungan pengoperasian sistem Grid jelas lebih efisien, namun dengan semangat sila ke lima Pancasila yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dan demi terwujudnya energi berkeadilan hingga ke pelosok, PLN tetap ambil langkah tersebut,” kata Joharifin.

Bagi pelanggan, dengan sistem listrik yang sudah terkoneksi sistem grid ini, maka listrik dapat menyala 24 jam, sebab tidak dibatasi oleh stok bahan bakar.

“Sistem ULD masih ada yang nyala hanya 12 jam atau malam saja, sebab keterbatasan stok bahan bakar karena transportasi pengiriman BBM yang jauh dan melewati medan yang sulit. Namun dengan sistem grid ini listrik nyala penuh, jadi masyarakat bisa menggunakan listrik siang malam. Harapannya tingkat produktifitas masyarakat jadi meningkat dan kesejahteraan juga menjadi bertumbuh,” imbuhnya.

Program dedieselisasi ini adalah salah satu program kunci untuk menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) demi mencapai target Net Zero Emission 2060.

“PLN telah berkomitmen untuk mencapai NZE 2060. Program dedieselisasi ini adalah proyek transisi energi yang tidak terhindarkan lagi mengingat perubahan iklim telah menjadi ancaman serius dunia. Seperti kita tahu bahwa pembangkit diesel mengeluarkan asap karbon CO2 yang mengganggu kelestarian alam,” tegas Joharifin.

Joharifin mengapresiasi seluruh tim PLN yang bekerja dalam program dedieselisasi ini beserta seluruh pihak yang terlibat baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat setempat yang merelakan lahannya untuk ditanami prasarana tiang listrik.

“Terima kasih atas kerja keras dan kerjasama semua pihak. Alhamdulillah hingga hari ini kita sudah menyelesaikan 5 sistem ULD yang masuk grid dari 38 sistem ULD yang ada. Kendati tidak mudah sebab tantangan yang luar biasa mulai dari infrastruktur jalan yang sulit hingga proses pembebasan lahan yang panjang, namun sinergitas dan kesadaran bersama bahwa listrik adalah kebutuhan pokok seluruh masyarakat, maka kami yakin kita bisa mempensiunkan seluruh ULD yang ada di sistem kelistrikan Kalselteng.” pungkas Joharifin. (RLS/AY)

 

Editor: Andy Arfian

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA