Pesta Pantai Ditutup, Ketua DPRD Tanbu; Siap Berikan Dukungan Kegiatan Kebudayaan Lain

waktu baca 3 menit
Minggu, 4 Jun 2023 16:44 0 208 Pojok Banua

POJOKBANUA, PAGATAN – Setelah dua minggu penuh keceriaan, Pesta Pantai Mappanre Ri Tasi ‘E akhirnya mencapai puncaknya dengan penampilan tari tradisional Mesa Kanne, sebuah tarian khas Bugis, Minggu (4/6/2023). Acara penutupan dihadiri oleh Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar dan jajaran pejabat lainnya, yang mengenakan pakaian muslim berwarna putih lengkap dengan sarung tenun khas Pagatan.

Mereka bersama-sama berjalan menuju panggung utama Mappanre Ri Tasi ‘E diiringi oleh kesenian tradisional Masukkiri dari masyarakat Bugis Pagatan dan sinoman hadrah khas Banjar.

Tidak hanya itu, anggota DPRD Tanah Bumbu beserta Ketua DPRD, Andrean Atma Maulani turut hadir untuk memeriahkan acara puncak ini. Ketua DPRD Tanah Bumbu memberikan apresiasi yang tinggi terhadap acara tersebut. Dia menyadari bahwa Pesta Adat Mappanre Ri Tasi ‘E adalah event tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Tanah Bumbu, sebuah kearifan lokal yang memiliki nilai budaya khas. Andrean Atma Maulani juga mengungkapkan pentingnya menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam perayaan ini.

“Kami sebagai DPRD Tanah Bumbu siap memberikan dukungan dalam meningkatkan dan membesarkan event-event atau kegiatan kebudayaan di Kabupaten Tanah Bumbu melalui regulasi dan dukungan anggaran sesuai dengan tugas dan fungsi yang kami miliki,” ujar Andre.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

Acara penutupan ini mencapai puncaknya ketika rombongan Bupati Tanah Bumbu dan anggota Forkopimda berlayar di lepas Pantai Pagatan menggunakan kapal nelayan. Dalam prosesi ini, mereka mendapat panduan dari sandro dan tokoh ulama sambil memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan. Suasana semakin meriah dengan ratusan kapal nelayan lainnya yang ikut serta dalam perayaan ini.

Salah satu anggota DPRD Tanah Bumbu, Ketua Lembaga Adat Oggie, Fawahisa Mahabattan, juga ikut memberikan komentarnya tentang perubahan perayaan ini. Ia menjelaskan bahwa perayaan ini telah mengalami perubahan, di mana prosesi ritual pemotongan hewan di atas kapal tidak lagi dilakukan. Kini, acara tersebut berfokus pada kegiatan makan bersama di laut sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diberikan kepada para nelayan.

Bupati juga menjelaskan bahwa selamatan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang melimpah bagi para nelayan di Tanah Bumbu. Acara penutupan ini juga dimeriahkan dengan pembagian gratis 1.000 Sokko Tumbu, makanan khas Bugis, serta pembagian makanan gratis kepada seluruh masyarakat dalam Festival Kuliner 23 Etnis Nusantara.

Pesta Pantai Mappanre Ri Tasi ‘E telah berlangsung sejak tanggal 20 Mei hingga 4 Juni 2023. Event budaya maritim ini berhasil menyatukan berbagai suku dan budaya di Tanah Bumbu dalam semangat persatuan. Tanah Bumbu terus berkomitmen untuk memajukan dan membesarkan event-event budaya serta kegiatan kebudayaan di daerah tersebut guna melestarikan warisan budaya yang berharga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA