iklan di pojokbanua

Persoalan Sampah di Banjarmasin Disebut karena Faktor Ekonomi, Akademisi ULM: Jangan Jadikan Alasan!

waktu baca 2 menit
Kamis, 18 Apr 2024 09:10 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Pengamat tata kota yang juga akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Dr. Eng. Akbar Rahman menyayangkan sampah yang menumpuk di Siring Nol Kilometer, Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin.

Akbar juga mengkritisi pernyataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin yang menyebut bahwa meningkatnya volume sampah karena faktor ekonomi. Menurutnya, kurang tepat jika menggunakan indikator pertumbuhan ekonomi.

“Jangan jadikan pertumbuhan ekonomi sebagai alasan sulitnya menangani sampah,” ujarnya saat dikonfirmasi pojokbanua.com, Rabu (17/4/2024) sore.

Ia mengatakan, persoalan sampah banyak variabel yang mempengaruhi, seperti jumlah penduduk, sumber daya manusia hingga tata kelola persampahan. Akbar pun meminta DLH Banjarmasin untuk berfokus pada penanganan sampah hingga bagaimana cara mengurangi timbulan dan timbunan sampah.

“Upaya meningkatkan kepedulian dan kesadaran terhadap sampah juga harus masif digalakkan. Mulai dari sosialisasi, kampanye hingga tidakan tegas terhadap pelanggaran,” bebernya.

Selain itu, pendekatan sosial budaya dan agama serta pendidikan, disebut Akbar juga perlu dilakukan. Agar masyarakat mengerti arti pentingnya menjaga kebersihan.

Jebolan S3 Saga University, Jepang ini pun turut menyoroti keberadaan sampah di Siring Nol Kilometer Banjarmasin. Ia berpandangan bahwa tempat sampah di lokasi itu perlu ditata.

“Tempat pembuangan sampah di siring seharusnya tidak terjadi jika tempat itu ditata dan dijadikan ruang terbuka hijau,” tuturnya.

Menurutnya, sampah ini disinyalir akan mencemari sungai, karena berada tepat di tepi Sungai Martapura.

“Maka kalau air pasang, sampah bisa ikut larut ke sungai,” cetusnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sampah menumpuk di Siring Nol Kilometer Banjarmasin, Jalan Jenderal Sudirman, tak jauh dari Jembatan Pasar Lama.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Marzuki mengakui, volume sampah yang mengalami kenaikan itu disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor ekonomi.

“Di antaranya karena perekonomian sudah mulai membaik,” ujar Jack, sapaan akrabnya, Selasa (16/4/2024).
Adapun peningkatan sampah terbanyak disebutkan Jack merupakan sampah kemasan, rumah tangga, dan sisa makanan. Namun, Jack mengatakan jika pihaknya terus berupaya mencegah adanya penumpukan sampah. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA