iklan di pojokbanua

Penyebab Puskesmas Martapura 2 Retak Belum Diketahui, Bangunan Sementara tak Difungsikan

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Jul 2023 09:05 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA –
Kadis PUPRP Banjar, Anna Rosida Santi melalui Kabid Tata Ruang dan Pengawas Bangunan PUPRP Banjar, Ali Akbar mengatakan, pihaknya saat ini belum bisa memastikan penyebab keretakan pada bagian bangunan Puskesmas Martapura 2.

IMG-20240616-WA0002

Bermula, di sana akan dilakukan akreditasi. Jadi, permohonan dalam sistem managemen bangunan gedung ada masuk registrasi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dengan Nomor SLF-630305-10052023-01.

“Pada proses pemeriksaan dokumen tersebut, ternyata masih banyak dokumen-dokumen yang belum lengkap,” katanya, belum lama tadi.

Dia menceritakan, setelah dinyatakan lengkap dokumennya, pihak Dinas PUPRP melakukan pengecekan pada bangunan di UPT Puskesmas Martapura 2 sebanyak empat kali. Pertama dari Bidang Cipta Karya PUPRP Kabupaten Banjar, lalu dilanjutkan tim dari Bidang Tata Ruang dan Pengawas Bangunan, pada 24 Mei 2023.

“Saat dilakukan pengecekan pada tanggal oleh tim kami, ternyata ditemukan adanya retakan pada bagian bangunan. Saat itu kami pun tidak berani memberikan justifikasi, karena sudah dianggap tidak memenuhi syarat sebagai pengajuan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Bangunan Puskesmas,” jelasnya.

Proses pengecekan kembali dilanjutkan, pada 15 Juni 2023 untuk memastikan hal tersebut. Kemudian, memanggil TPA (Tim Penilai Ahli) atas nama Prof Dr Ir Rusdiansyah ST, MT selaku Dosen pada Program Studi Teknik Sipil dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

“Saat dilakukan pengecekan keseluruhan pada bangunan tersebut bersama TPA, ternyata memang benar ditemukan retakan,” ungkapnya.

Setelah hasil rapat investigasi, pada 15 Juni 2023, disampaikan kepada Dinkes Kabupaten Banjar selaku pemilik bangunan untuk melakukan uji sondir tanah, analisa struktur atas dan bagian bawah, Ultrasonic Pulse Velocity (UPV test) kekuatan balok dan beton, scanning rebar test, serta uji kemiringan bangunan secara menyeluruh untuk dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap bangunan.

“Selanjutnya pada 17 Juli 2023, Dinas PUPRP Banjar bersama TPA kembali melanjutkan pengecekan setelah mendapat data analisa sondir dan analisa struktur atas dan bawah. Ternyata, kembali menemukan adanya penambahan keretakan pada bagian bangunan tersebut,” bebernya.

Atas hasil rekomendasi TPA, diberikan rekomendasi bahwa harus melakukan penyusunan dokumen SLF secara menyeluruh.

“Rekomendasi kedua dari TPA, melakukan mitigasi bencana dan bangunan tersebut untuk sementara ini tidak difungsikan dulu. Setelah adanya penelitian lebih lanjut nanti, Dinas PUPRP akan melakukan konsultasi kembali kepada TPA setelah dokumen SLF disusun secara menyeluruh,” pungkasnya. (WF/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA