iklan di pojokbanua

Penutupan Wisata Pagat HST Dikeluhkan, Kendala Perda Jadi Alasan

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Mar 2024 19:42 0 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Kebijakan penutupan kawasan objek wisata Pagat, Kecamatan Batu Benawa, Hulu Sungai Tengah (HST) menuai keluhan.

IMG-20240616-WA0002

Mereka yang terdampak yakni para pedagang dan pengelola parkir yang terancam kehilangan pemasukan.

Penutupan itu dilakukan usai beredarnya surat imbauan penutupan objek wisata dengan nomor: 556/032/Disporapar/2024 tertanggal 31 Januari 2024 yang ditandatangani Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) HST, Ramadlan.

Rupanya, penyebabnya sehubungan masih berprosesnya Peraturan Daerah (Perda) Pajak dan Retribusi Daerah. Sehingga, pengelola objek wisata Pagat diimbau agar menutup objek wisata untuk sementara sampai tenggat waktu yang belum ditentukan.

Salah satu petugas Wisata Pagat, Reza Fahlevi mengatakan, banyak pihak yang terdampak atas keputusan penutupan kawasan wisata tersebut. Beberapa di antaranya, para pedagang, pengelola parkir, penyedia jasa lanting atau rakit bambu dan lainnya.

Dampaknya, pedagang di sekitar objek wisata Pagat kehilangan konsumen. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi wisatawan yang datang.

“Padahal mereka adalah warga sekitar yang sudah dari dulu berjualan di sana dan menggantungkan hidup dari objek wisata Pagat,” katanya kepada awak media , Rabu (20/3/2024).

Lebih lanjut, dampak lainnya berkaitan penutupan ini juga fasilitas wisata yang terancam rusak. Hal itu karena tidak terawat, seperti fasilitas wisata saung dan lainnya, terlebih bila penutupan berlangsung lama.

Reza menuturkan, sebelumnya tiap hari selalu ada pengunjung yang datang, terlebih ketika hari libur dan puncaknya. Saat libur lebaran, biasanya jumlah wisatawan akan membludak.

“Namun, tidak tahu untuk lebaran tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kadisporapar HST, Ramadlan mengatan, penutupan objek wiata Pagat ini hanya bersifat sementara. Hal itu ia akui karena sebelumnya masih terkendala menunggu Perda disahkan.

“Sekarang sudah sah (Perda), tinggal menunggu proses cetak karcis masuk agar objek wisata Pagat dapat diaktifkan lagi,” bebernya.

Kendati demikian, proses mengaktifkan kawasan wisata Pagat harus melalui tahapan-tahapan dan tidak bisa langsung dibuka begitu saja. Walaupun, ia tetap memastikan pada lebaran ini akan dibuka untuk umum kembali.

Ramadlan memastikan, pada lebaran atau hari raya Idul Fitri mendatang, objek wisata Pagat akan dibuka kembali untuk umum.

“Kita juga sangat berharap Pagat dapat segera dibuka kembali untuk mempercepat pergerakan roda perekonomian masyarakat sekitar,” tuntasnya. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA