Slide Gambar

Penjualan Kerajinan Purun di Banjarbaru Alami Penurunan

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Jul 2021 20:50 0 Musa Bastara

POJOKBANUA, BANJARBARU – Kampung Purun yang berada di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru memang telah dikenal untuk sebagian masyarakat.

Kendati demikian, pengrajin purun Galeri Galoeh Tjempaka, Maimunah (33) mengaku, penjualan mengalami penurunan akibat dampak pandemi Covid-19.

“Periode 2016 sampai 2018 itu adalah masa popularitas purun di Kampung Purun. Tapi saat pandemi melanda, penjualan menjadi menurun,” ungkapnya kepada pojokbanua.com, Minggu (18/7/2021).

Padahal, sebelum pandemi mereka biasanya mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Info Iklan

Namun, Ibu dari Maimunah yang sudah berusia 60 tahun lebih membeberkan dirinya telah memprediksi, kerajinan purun ini hanya akan bertahan kurang lebih lima tahun ke depan, sebelum digeser popularitasnya oleh kerajinan baru.

“Bukan punah. Cuma tidak terlalu terkenal lagi. Mungkin ada yang baru, seperti halnya Danau Seran. Setelah ada temannya, menjadi kurang,” kata Maimunah, meluruskan perkataan ibunya saat ditemui.

Tapi, lanjutnya, berhubung Kampung Purun adalah kampung tematik di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru, serta masih menjadi sentra ekonomi andalan, maka geliatnya masih dapat dirasakan. Bahkan, berbagai event kerajinan purun tetap dikembangkan untuk menjaga kelestarian.

Misal, belum lama tadi Taman Budaya menghelat lomba menganyam purun dalam rangka program Ragam Pesona Budaya Banjar tahun 2021.

Sebelumnya, pengrajin purun di Kampung Purun Palam telah mendapat pelatihan dari instansi terkait untuk meningkatkan kreativitas, serta pernah mendapat bantuan dari PLN berupa mesin jahit dan etalase.

Jajaran Dinas Perdagangan (Disdag) Kalimantan Selatan (Kalsel) sempat mengunjungi Kampung Purun untuk menggaungkan Bangga Buatan Indonesia (BBI).

“Kami menyarankan bahan baku purun tikus tetap digunakan, karena memiliki nilai ekonomis tinggi,” tutur Kepala Disdag Kalsel. Birhasani dikutip dari rri.co.id.

Menurutnya, pengrajin Kampung Purun berharap kepada pemerintah agar dapat menyelenggarakan pasar tayangan khusus produk kerajinan. Demi memotivasi pengrajin dalam pengembangan kreativitas dan membangun ekonomi keluarga.

Selain memajang jualan di depan rumah layaknya galeri, para perajin pun sudah menjajakan produknya secara online.

Sembari terus memperluas pangsa pasar secara online, mereka juga meningkatkan kualitas dengan mengikuti berbagai pelatihan. Bertujuan, agar eksistensi Kampung Purun tetap terjaga.

“Sayangnya karena pandemi ini, kami jadi tidak bisa lagi ketemu bule,” tutupnya. (MS/PR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA

Pemilu Serentak 2024

Pemilu Serentak 2024

Pemkab Banjar

pemkab banjar

Member JMSI

PWI

Network

LAINNYA