Pengobatan Tradisional Khas Dayak Bantu Atasi Keluhan Warga Landasan Ulin Selatan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Jan 2024 14:19 0 196 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Pengobatan tradisional khas Dayak dilaksanakan di Pembataan RT. 04/RW. 01, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru pada Sabtu (27/1/2024) pagi.

Pengobatan dengan cara dipijat dengan ramuan khusus ini pun diminati oleh warga sekitar. Terlebih, pengobatan ini mampu mengatasi berbagai keluhan kesehatan yang dialami.

Salah satunya Yuliadi, warga Pembataan RT. 04/RW. 01, Kelurahan Landasan Ulin Selatan. Ia mengeluhkan tubuhnya yang sakit karena kelelahan setelah bekerja.

“Keluhannya kelelahan, (karena) sehari-hari (bekerja) jaga parkir dan ikut pengobatan ini,” ujarnya saat ditemui pojokbanua.com usai pengobatan.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

Ketua Harian BAPASAK, Adriani di sela kegiatan pengobatan tradisional khas Dayak. (Foto: Fikri Noor/pojokbanua.com)

Usai dipijat, tubuh Yuliadi pun kembali segar. Malah, ia diberi ramuan berupa minyak yang dapat digunakan di rumahnya.

“Alhamdulillah (badan) sudah nyaman, (karena) tadi dipijat dan diberi obat minyak,” tambahnya.

Pengobatan tradisional gratis ini sendiri, dilaksanakan oleh organisasi masyarakat Barisan Pertahanan Adat Suku Asli Kalimantan (BAPASAK). Dengan melibatkan terapis yang didatangkan dari Loksado hingga Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Metodenya melalui minyak khusus yang diracik dari akar-akaran dan dedaunan yang turun temurun dari kebiasaan mereka di wilayah masing-masing,” ungkap Ketua Harian BAPASAK, Adriani.

Pria yang akrab disapa Bang Andre ini menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan karena adanya keinginan warga untuk mendapatkan pengobatan tradisional. Selain bergerak di bidang pengobatan tradisional, BAPASAK juga bergerak di bidang kebudayaan.

“(Pengobatan) ini murni gratis dan tidak dipungut biaya, termasuk obatnya,” tegasnya.

Lalu, apa saja keluhan warga yang banyak didapati oleh BAPASAK? Andre menyebut, keluhannya saraf terjepit, karena usia pasien rata-rata sudah di atas 50 tahun.

“Ada beberapa (pasien) stroke ringan dan asma,” tuntas Andre. (FN/adv)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA