Pengobatan Tradisional Dayak Maanyan, Begini Pandangan Nakes di HST

waktu baca 3 menit
Senin, 11 Sep 2023 18:12 0 354 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Pengobatan tradisional Dayak Maanyan yang berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menuai sorotan masyarakat.

Bahkan, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di HST memberikan pandangannya terkait pengobatan tradisional yang melayani segala jenis penyakit itu.

Pertama, Plt. Kepala Dinas Kesehatan HST, Mursalin mengakui secara umum pihaknya belum bisa menyatakan apakah pelayanan yang diberikan tersebut terjamin keamanannya. Berdasarkan PP 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional ada 3, yakni pelayanan kesehatan tradisional (yankestrad) empiris, komplementer dan integrasi.

Yankestrad empiris, kata Mursalin, bisa dilakukan oleh penyehat tradisional (hattra) yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara turun-temurun atau melalui pendidikan non formal.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

“Intuk bisa melakukan pelayanan hattra, jadinya harus mempunyai surat terdaftar penyehat tradisional (STPT) yang sudah diatur dalam Permenkes Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris,” ujarnya di Barabai, Senin (11/9/2023).

Terkait aksi pengobatan tradisional Dayak Maanyan di Barabai itu, pihaknya mengakui belum mengetahui pelayanan dengan jenis keterampilan tertentu. Terlebih lagi terkait kepemilikan STPT juga belum diketahui.

“Kita tidak hadir di lokasi tadi, jadi kita tidak tahu pelayanan yang mereka berikan itu menggunakan jenis pelayanan apa. Apakah ramuan, olah pikir atau energi kita juga belum tahu,” jelasnya.

Pandangan lainnya juga dari Direktur RSUD H Damanhuri Barabai, dr. Nanda melalui Dokter Spesialis Neuro RSUD Damanhuri Barabai, dr. Gilang Sp. Pihaknya mengatakan, sampai saat ini kedokteran di dunia masih berdasarkan kepada evidence based medicine
(EBM) atau kedokteran berdasarkan bukti ilmiah.

Untuk stroke sendiri, kata Gilang, pengobatannya terdiri dari fase akut dan rehabilitasi. Pengobatan fase akut seperti tindakan trombolisis, serta obat obatan lainnya tergantung jenis strokenya.

Dia mengatakan, obat-obatan tersebut adalah obat obatan yang menekan faktor-faktor yang memudahkan terjadinya stroke seperti hipertensi, kencing manis, kolesterol tinggi hingga merokok.

Kemudian, pada fase rehabilitasi terapi obat-obatan rehabilitasi medik atau fisioterapi, transcranial magnetic stimulation (TMS) yang sedang dipersiapkan ada di RS H. Damanhuri Barabai.

Selain dari hal tersebut, kata Gilang, maka pengobatannya akan masuk ke dalam terapi komplimenter, akan tetapi terapi komplimenter ini tetap harus berdasar bukti ilmiah, salah-satunya adalah akupuntur.

“Sampai saat ini saya sendiri belum menemukan dasar ilmiah mengenai pengobatan tradisional tersebut. Sehingga, belum dapat memberikan rekomendasi. Namun di sisi lain, ini adalah tantangan kita untuk melakukan penelitian lanjutan,” jelasnya.

Untuk diketahui, pengobatan tradisional Dayak Maanyan begitu antusias didatangi masyarakat HST yang berlangsung di Halaman SDN 1 Barabai Timur, Minggu (10/9/2023) kemarin.

Pengobatan tersebut dilaksanakan Panglima Bangkirayen bersama 15 orang timnya yang datang dari Kalimantan Tengah dan melayani segala macam penyakit dengan menggunakan minyak tertentu dan dipijat pada bagian yang sakit. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA