Penggeledahan Pasca Duel Maut di Lapas: Temuan Korek, Sajam Rakitan hingga Silet

waktu baca 2 menit
Selasa, 8 Agu 2023 08:59 0 90 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Pasca duel maut sesama warga binaan pemasyarakatan (WBP) hingga menewaskan salah satu satu di antaranya, Lapas Narkotika Karang Intan melakukan penggeledahan barang yang dilarang pada seluruh blok kamar hunian, Senin (7/8/2023) kemarin.

Dari hasil penggeledahan ditemukan sebanyak 19 buah korek api gas, empat senjata tajam (sajam) rakitan, empat paku, satu silet, tiga sendok stainless, satu ikat pinggang, satu sikat gigi, tiga set kartu remi buatan dan dua meter tali.

Diketahui, total WBP Lapas Narkotika Karang Intan berjumlah 1.663 orang dari kapasitas 800 orang. Mereka menempati sejumlah kamar hunian dalam 12 blok. Penggeledahan pun berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) dan etika kesopanan.

Petugas LP Karang Intan menggeledah kamar hunian WBP. (Foto: Humas LP Karang Intan)

“Barang-barang tersebut didata untuk kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar,” ujar Kalapas Narkotika Karang Intan, Wahyu Susetyo.

Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)

Selain melakukan penggeledahan kamar hunian, turut dilakukan pemeriksaan urine terhadap petugas dan perwakilan WBP. Beruntung, semua hasil didapati negatif urine.

“Terjadinya gangguan kamtib tentu akan mempengaruhi pelaksanaan pembinaan, sehingga perlu dilangsungkan giat gabungan Satops Patnal PAS. Selain itu, kita juga berkomitmen melaksanakan rencana aksi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan diteksi dini pencegahan gangguan kamtib untuk menciptakan Lapas Narkotika Karang Intan yang bersih, kondusif untuk keberlangsungan pembinaan yang diselenggarakan.

Lapas Narkotika Karang Intan berkomitmen, menyelenggarakan pembinaan kemandirian dan kepribadian dalam rangka proses reintegrasi sosial bagi WBP. Dapat diwujudkan dengan situasi dan kondisi lapas yang kondusif, sehingga pembinaan dapat berlangsung optimal.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Sri Yuwono mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai insan pemasyarakatan.
Meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kamtib dan dilaksanakan terus menerus.

Kegiatan itu bertujuan, mengingatkan petugas pemasyarakatan untuk menjaga integritas dalam bertugas, serta tidak tergoda berbagai hal yang bisa merusak nama baik pribadi, keluarga dan organisasi.

“Petugas pemasyarakatan untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba selama pengabdian bertugas hingga akhir pensiun. Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan sangat jelas, berkomitmen akan memindahkan oknum petugas yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba ke lapas yang berada di Nusakambangan,” tutupnya.(WF/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA