Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Begini Modusnya

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Jul 2023 19:39 0 104 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Enam pria diringkus polisi. Lantaran, diduga sebagai pengedar uang palsu hingga mencapai Rp230 juta.

Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Bara Pratama Maha Putra melalui Kanit Tipidter Polres Banjar, Ipda Fakhri Safrizal Wiratama menerangkan, kasus peredaran uang palsu ini terungkap saat pelaku melakukan transaksi pada BRI Link di Tanjung Rema dan Sekumpul Ujung, Martapura.

“Mulanya, pelaku berinisial R hendak mentransfer uang senilai Rp40 juta di BRI Link milik korban berinisial LH. Namun karena limit, maka uang yang ditransfer hanya Rp10 juta saja. Akhirnya disetujui oleh pelaku R, uang tersebut ditransfer ke Bank Permata,” ucap Fakhir kepada awak media, Jumat (7/6/2023).

Kanit Tipidter Polres Banjar, Ipda Fakhri Safrizal Wiratama. (Foto: Wahyu/pojokbanua.com)

Ia menambahkan, transaksi uang palsu melalui BRI Link ini merupakan modus baru. Setelah dilakukan pengembangan, pelaku R mengaku disuruh oleh bosnya berinisial NK.

Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)

“Dari keterangan tersangka NK, kami lakukan pengembangan ternyata yang ngirim uang palsu dari Malang. Kami lakukan penelusuran ke Malang akhirnya tersangka baru dengan inisial BS, JS tertangkap,” bebernya.

Selain BS dan JS, pihaknya juga mengamankan I dan A yaitu warga Bandung yang diduga sebagai pemasok uang palsu kepada BS dan JS.

“Total uang yang kami amankan sekitar Rp 230 juta. Saat ini, masih dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara itu, korban menuturkan awalnya ia tidak curiga saat tersangka hendak transfer uang via BRI Link miliknya. Uang palsu tersebut baru ketahuan saat mau disetor ke bank.

“Modusnya adalah uang dicampur dengan perbandingan Rp6.050.000 uang palsu dan Rp 3.950.000 uang asli,” sebutnya.

Diketahui, peredaran uang palsu ini rupanya sudah terjadi tiga kali terjadi melalui jasa pengiriman pesawat.

“Tersangka dijerat Pasal 36 Ayat 2 dan 3 junto Pasal 26, Ayat 2 dan 3 UU Nomor 7 2011 tentang mata uang junto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tutupnya. (WF/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA