iklan di pojokbanua

Penertiban Kendaraan ODOL, Pengamat Pinta Tingkatkan Kategori Jalan di Kalsel

waktu baca 2 menit
Minggu, 2 Jun 2024 11:23 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Penertiban angkutan Over Dimension and Over Load (ODOL) yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru diapresiasi oleh pengamat tata kota, Dr. Eng. Akbar Rahman.

IMG-20240616-WA0002

Menurutnya, angkutan berukuran besar dan bermuatan lebih menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan dan kemacetan perkotaan. Terlebih, kendaraan ini melewati ruas jalan yang tidak seharusnya.

“Hari ini, kelas jalan tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) baru di Kategori III atau maksimal kemampuan menahan beban 8 ton berat kendaraan dan tentu hanya ruas jalan utama, seperti koridor A. Yani atau Trikora. Sementara jalan-jalan lingkungan di bawah itu,” ujar Akbar saat dihubungi pojokbanua.com, baru-baru tadi.

Pria yang juga menjabat Ketua Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menuturkan, jika kendaraan ODOL tidak ditertibkan maka akan menyebabkan biaya tinggi terhadap pemeliharaan dan perbaikan jalan. Tentu, ini menjadi beban pemerintah.

Dia berpandangan, di sisi lain meningkatnya kebutuhan dan pertumbuhan ekonomi, telah menuntut permintaan komoditas atau bahan produksi untuk mempercepat kapasitas angkutan semakin meningkat pula.

Untuk mengatasi ini, Akbar mengingatkan agar pemerintah daerah juga perlu mengusulkan peningkatan kelas jalan di Kalsel karena kebutuhan tadi. Apalagi status Kalsel sebagai penyangga IKN, tentu sangat dibutuhkan sarana infrastruktur jalan terbaik.

“Sehingga, kapasitas jalan mampu menahan beban lebih, untuk mempercepat sikulasi dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Hal ini bisa dilakukan dengan peningkatan status jalan yang sudah ada, atau membuat jalur jalan baru dengan kelas jalan yang lebih tinggi. Ini juga akan menjadi solusi kemacetan akibat pertumbuhan jumlah kendaraan.

Jebolan S3 Saga University, Jepang ini menyebut pembuatan jalur baru ini relevan jika melihat pertumbuhan kota di Banjarbaru. Terlebih sejak menyandang status Ibu Kota Kalsel, dan posisi Jalan Trikora yang membelah kota membatasi pusat Pemerintahan Kota (Pemko) Banjarbaru dan Provinsi Kalsel.

“Daya tarik kedua, pusat pemerintahan ini akan meningkatan intensitas aktivitas, sementara jalur kendaran berat berada di antaranya. Tentu hal ini perlu dipikirkan, bagaimana mengatasi kendaraan ODOL melewati perkotaan,” tuntas Akbar. (FN/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006

Member JMSI

Network

LAINNYA