iklan di pojokbanua

Penemuan Mayat Mengapung di Sungai Martapura, Begini Kronologisnya

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Mei 2024 09:07 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Diduga panik saat polisi mau datang, terduga pelaku penyetruman ikan sembunyi didalam air, berujung tenggelam, di perairan Sungai Martapura, Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (22/5/2024).

“Korban tenggelam berinisial S (38) warga Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar,” ujar Kapolsek Sungai Tabuk Iptu Sumari, melalui Kasi Humas Polres Banjar, AKP Suwarji, Kamis (23/5/2024).

Suwarji menceritakan, kronologis kejadian bermula pada pukul 03.00 Wita. Petugas piket Polsek Sungai Tabuk mendapat informasi dari masyarakat, bahwa telah diamankan seorang laki-laki berinisial S oleh warga di Desa Sungai Tabuk Keramat.

“Di TKP, ditemukan alat penangkap ikan berupa setruman. Petugas kemudian menuju TKP untuk mengamankan barang bukti tersebut dan membawa ke Mapolsek Sungai Tabuk,” ungkapnya.

Menurut keterangan saksi, lanjut Suwarji, pelaku penyetruman S, diamankan oleh warga dan dibawa ke rumah kerumaj keluarganya yakni J. Tidak lama kemudian, warga berinisial W melaporkan bahwa pihak Kepolisian sedang menuju TKP.

Mengetahui hal ini, Suwaji membeberkan, pelaku merasa panik dan bersembunyi di perairan Sungai Martapura. Setibanya di rumah J, Polisi mengetuk pintu namun tidak segera dibuka. Setelah pintu dibuka, polisi menanyakan keberadaan pelaku.

“Berdasarkan keterangan saksi, korban bersembunyi di perairan Sungai Martapura dibelakang rumah J,” lanjutnya.

Pihak Polsek Sungai Tabuk dan keluarga korban melakukan pencarian namun tidak menemukan pelaku. Polisi kemudian kembali ke Mapolsek dengan membawa barang bukti.

“Dari hasil identifikasi diketahui korban tenggelam tersebut yakni S. Korban kemudian dibawa ke RSUD Ratu Zalecha Martapura dengan menggunakan mobil Emergency PEMBA Sungai Tabuk,” jelasnya.

Hasil keterangan awal dokter yang melakukan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia karena tenggelam. Ditemukan darah keluar dari mulut dan hidung akibat pembuluh darah yang pecah.

“Barang bukti yang ditemukan yakni, satu buah perahu (sabora), satu unit mesin sabora, seperangkat alat setrum, tiga buah ember berisi ikan, satu buah celana dalam berwarna hitam,” bebernya.

Keluarga korban pun menolak otopsi serta membuat perjanjian untuk tidak dilakukan otopsi. (rls/WF/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA