iklan di pojokbanua

Pencalonan Pilpres 2024 jadi Kewenangan Partai, Sandiaga: Jangan Abaikan Aspirasi Masyarakat

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Agu 2023 10:14 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasional DPP Partai Persatuan Pembangunan (DPP), Sandiaga Salahudin Uno sempat diisukan menjadi pasangan bakal calon wakil presiden (cawapres) dari bakal calon presiden (capres), Ganjar Pranowo.

Bahkan, saat menghadiri pembekalan dan konsolidasi DPW PPP Kalimantan Selatan (Kalsel) di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru pada Jumat (4/8/2023) pagi, sejumlah kader partai berlambang Kakbah ini meneriakkan yel-yel “cawapres” usai menutup kegiatan yang dihadiri oleh pengurus DPC PPP se-Kalsel.

Saat dikonfirmasi usai penutupan pembekalan dan sosialisasi, Sandiaga tampaknya masih malu-malu kucing terkait isu yang berkembang.

Dia menyebut, saat konsolidasi bersama kader PPP di Kalsel, dirinya tidak pernah membahas Pilpres 2024, karena merupakan kewenangan Ketua Umum DPP PPP.

“Saya konsolidasi sengaja tidak membahas Pilpres 2024, karena bukan domain (kewenangan) saya. Pilpres itu domainnya ketua umum dan (bakal calon) pilpres diputuskan pleh gabungan parpol (partai politik),” ujarnya kepada awak media.

Kendati demikian, Sandiaga menyakini bahwa keputusan terbaik dari pimpinan partai, menjadi pertimbangan dari para pimpinan parpol gabungan.

Menurut pria yang juga menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI ini, siapa pun yang ditugaskan oleh parpol, harus siap memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Lalu, apakah Sandiaga siap jika diberikan amanah oleh parpol untuk berlaga dalam Pilpres 2024? Sekali lagi, Sandiaga menegaskan bahwa dalam posisi memberikan pengabdian, pertanyaannya tak lagi terkait kesiapan.

“Tetapi apa yang bisa kita kontribusikan. Saya membawa kontribusi di bidang ekonomi khususnya penciptaan lapangan kerja dan harga-harga yang stabil,” jelasnya.

Sandiaga menyebut, walaupun pencalonan pada Pilpres 2024 tetap merupakan kewenangan parpol, namun tak boleh mengabaikan aspirasi yang berkembang di masyarakat.

“Jangan sampai kita ada jarak antara apa yang diinginkan oleh rakyat dengan yang diputuskan oleh pimpinan parpol. Sehingga PPP akan tetap _relate_ dan relevan, serta menjadi pilihan di hati dan pikiran masyarakat,” lugasnya. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA