iklan di pojokbanua

Penanggulangan Pipa Bocor di Desa Mandikapau, BPAM Banjarbakula Jalankan Empat Skenario Ini

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Apr 2024 18:34 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Perbaikan kebocoran pipa transmisi air baku di area Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar sejak Senin (8/4/2024) lalu, terus dilakukan oleh Balai PAM (BPAM) Banjarbakula.

Kepala BPAM Banjarbakula, M. Berty Nakir mengatakan, ada empat skenario yang telah dijalankan pihaknya dalam mengatasi kebocoran pipa ini. Yakni pembukaan pintu akses intake air baku PTAM Intan Banjar pada saluran Irigasi Jaringan Riam Kanan untuk bisa menyuplai air baku ke BPAM Banjarbakula, yang telah dilaksanakan sejak Senin lalu.

Skenario kedua, yaitu mengirimkan armada truk tangki kapasitas 5.000 liter kepada pelanggan PTAM Intan Banjar yang terdampak pengurangan atau penghentian suplai air bersih. Adapun armada truk tangki berasal dari milik BPAM Banjarbakula, BPBD Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga Satpol PP Damkar Kalsel.

“(Skenario ini) telah dilaksanakan mulai Rabu (10/4/2024) sampai dengan kondisi suplai air bersih PTAM Intan Banjar normal,” ujar Berty dalam keterangan tertulis yang diterima pojokbanua.com, Jumat (12/4/2024).

Skenario ketiga yang dijalankan BPAM Banjarbakula, yakni dengan menjalankan pompa intake Mandikapau. Caranya, dengan kondisi teknis terukur dan terlebih dahulu mengkondisikan limpasan pada titik kebocoran ke badan air terdekat.

“Skenario ini dihentikan setelah percobaan kedua karena tidak sesuai rencana dan dikhawatirkan limpasan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar,” cetus Berty.

Sedangkan skenario keempat yang teah dilakukan adalah dengan memakai unit Pompa Banjir Portable Kapasitas 250 liter per detik milik BWS Kalimantan II untuk mensuplai air baku ke WTP milik BPAM Banjarbakula. Skenario ini diambil dari hasil rapat bersama BWS Kalimantan II bersama Dinas PUPR Kalsel, BPAM Banjarbakula dan PTAM Intan Banjar.

“Setelah unit tiba di lokasi dan dikaji tim teknis, skenario ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakan karena kondisi teknis unit yang tidak memungkinkan,” imbuh Berty.

Sehingga, langkah pamungkas yang akan dilakukan BPAM Banjarbakula adalah dengan identifikasi visual dengan melakukan pembongkaran titik kebocoran dengan alat berat. Selanjutnya, menyiapkan aksesoris yang diperlukan serta melaksanakan perbaikan yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan.

Berty menjelaskan, untuk perbaikan kebocoran pipa transmisi GRP diameter 1200 sangat bergantung dengan kemampuan dan ketersedian sumber daya tim teknis pelaksana di lapangan. Serta ketersediaan kelengkapan aksesoris yang langka.

“Kami bersinergi dengan semua sumberdaya untuk berupaya optimal agar dapat menanggulangi permasalahan ini dalam waktu sesegera mungkin,” tutup Berty. (rls/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA