Penanaman di Jalan Golf, Area Kedua Forest City Pemprov Kalsel

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Mar 2023 15:32 0 250 Yuliandri Kusuma Wardani

POJOKBANUA, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor atau Paman Birin menghadiri dan ikuti penanaman pohon bersama dalam rangka Hari Bakti Rimbawan ke-40 tahun 2023.

Kegiatan Gerakan Revolusi Hijau ini juga masuk dalam gagasan Paman Birin yang dilaksanakan pada 23 hektare lahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel di Jalan Golf, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kamis (16/3/2023) pagi.

“Gerakan ini bertujuan untuk menjaga, melestarikan dan memelihara semampu yang bisa kita lakukan. Kalau bukan kita, siapa lagi? Karena semua penghuni tetap bumi ini,” ujarnya.

Kata dia, segala efek tidak baik yang muncul akibat sakitnya bumi pasti dirasakan oleh manusia itu sendiri. Masyarakat harus selalu bersemangat dalam menanam dan melakukan penghijauan, minimalisir lahan kritis untuk bumi di masa mendatang.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

“Kita terus semangat menanam untuk Banua kita tercinta, Kalsel. Terus berupaya meminimalisir lahan kritis, terus menanam untuk anak cucu kita,” ucapnya.

Kadishut Kalsel, Hj. Fathimatuzzahra menambahkan, ini tercatat sebagai aset pemprov dan rencananya akan ditanami dengan jenis tanaman rawa.

“Tidak menutup kemungkinan, akan ditanami dengan jenis tanaman lainnya yang sesuai dengan lahan rawa. Ini akan menjadi area kedua Forest City, selain yang ada di lingkup Pemprov Kalsel. Hari ini yang ditanam total ada 3000 tanaman,” jelasnya.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyebut, penanaman pohon di Banua harus terus ditingkatkan. Sebab, penanaman pohon tidak hanya untuk mengurangi lahan kritis tapi juga untuk menjaga habitat satwa liar.

“Seperti Bekantan dan satwa liar lainnya,” tuturnya.

Supian HK juga mengapresiasi langkah yang diambil PT Antang Gunung Meratus (AGM), karena telah menyediakan lahan untuk para satwa liar.

“Ini sangat bagus, di sana sudah ada 18 ekor bekantan,” katanya.

Seperti diketahui, hingga kini sudah dilakukan penanaman dan pembagian bibit secara gratis. Setara dengan 137.243,91 hektare melalui berbagai kegiatan. Seperti rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), reklamasi, Perizinan Berusaha Penanaman Hutan (PBPH) Hutan Tanaman, PBPH Hutan Alam, Perhutanan Sosial, Rehabilitasi Hutan dan Lahan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Forest City, ASN Menanam dan sejumlah kegiatan lainnya.

Dengan gerakan ini, tercatat penurunan luas lahan kritis yang cukup signifikan. Di mana, luas lahan kritis Kalsel pada tahun 2013 tercatat 640 ribu hektar, 511 ribu hektar pada tahun 2018 dan di tahun 2022 berdasarkan rilis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Luas lahan kritis di Kalsel sekarang menjadi 458 ribu hektare. (KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA