iklan di pojokbanua

Pemberantasan Prostitusi di Banjarbaru: Lurah Harapkan Operasi Yustisi, Satpol PP Sebut Peran RT/RW Penting

waktu baca 2 menit
Selasa, 24 Okt 2023 16:08 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Masih ditemukannya tiga orang pekerja seks komersial (PSK) dan temuan satu kasus sepilis di eks lokalisasi Pembatuan, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, menjadi bukti masih adanya praktik prostitusi di Kota Idaman.

IMG-20240616-WA0002

Disinyalir, pelaku PSK merupakan warga luar Banjarbaru. Kendati begitu, Lurah Landasan Ulin Timur, Nina Marlina Daulay belum bisa memastikan bahwa mereka sepenuhnya berasal dari luar Banjarbaru.

Pihak kelurahan berharap peran maksimal Satpol PP Banjarbaru dalam hal penegakan peraturan daerah (perda), khususnya berkaitan dengan masih adanya dugaan praktik prostitusi. Termasuk operasi yustisi dengan mengecek kartu identitas seperti kartu tanda penduduk (KTP).

“Karena mereka (PSK) datang ke tempat kita, namun kalau terjadi apa-apa kita yang repot. (Perlu) adanya (operasi) yustisi,” ujar Nina kepada pojokbanua.com, belum lama tadi.

Bukan hanya dari Satpol PP Banjarbaru saja, Nina berpandangan bahwa dalam upaya pemberantasan prostitusi, perlu pendekatan dengan aparat penegak hukum (APH) lainnya.

“(Keberadaan mereka) untuk menekankan. Jadi kalau misalnya tertangkap, mereka kita kasih sanksi yang berat, jadi ada efek jeranya,” tegasnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Banjarbaru, Hidayaturahman menyebut pihaknya sudah pernah melakukan operasi yustisi di kawasan eks lokalisasi Pembatuan. Bahkan, pelaku prostitusi disebutnya sudah pernah mendapat hukuman berupa kurungan badan.

“Termasuk ke depannya kita lakukan operasi yustisi, kita akan sidangkan sampai ke pengadilan,” beber Dayat, sapaan akrabnya.

Dia pun berharap pemberantasan prostitusi di eks lokalisasi Pembatuan tak hanya menjadi peran Satpol PP Banjarbaru. Melainkan peran serta lingkungan dimulai dari unsur kelurahan hingga RT/RW dalam hal deteksi dini dugaan aktivitas prostitusi di eks lokalisasi Pembatuan.

“(Sehingga) tidak hanya kami yang turun, tetapi juga akan lebih efektif kalau kegiatan dilakukan oleh lingkungan. Karena mereka lebih mengetahui kapan adanya kegiatan (prostitusi), jadi peran RT/RW sangat penting untuk mendeteksi secara dini,” lugas Dayat. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA