Pelecehan Seksual Mahasiswa Berkedok Beasiswa

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Okt 2021 19:33 0 97 Nanang Apidae

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Akhir-akhir ini, maraknya kabar yang menjadi perbincangan di dunia pendidikan yakni pelecehan seksual mahasiswi berkedok beasiswa di Kampus Uniska Banjarmasin, Senin (4/10/2021).

Sekretaris Kementrian Pemberdayaan Perempuan BEM Uniska, Milda menyampaikan, banyaknya respons dari kuesioner “Hari Perempuan Internasional (HPI)” mengenai pelecehan seksual yang ada di ruang lingkup kampus.

“Berdasarkan hasil kuesioner HPI tersebut 2,2 persen pernah mendapat sentuhan atau rabaan secara sengaja di bagian tubuh saat berada di ruang lingkup kampus. Sebanyak 5,3 persen pernah dikirimi surat seperti pesan atau gambar bersifat seksual yang tidak dikehendaki secara manual maupun elektronik oleh mahasiswi, dosen maupun pejabat kampus,” ujar Milda.

Kata dia, ada 60 persen yang pernah menjumpai pembicaraan bernuansa seksual yang dilontarkan oleh seseorang atau kelompok orang di lingkungan kampus dan 20 persen pernah mendapat tatapan yang tidak diinginkan mengarah ke wilayah kelamin atau daerah sensitive.

Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)

Dalam menyikapi kasus pelecehan seksual itu, Kabinet Mahakarya menyatakan sikap untuk meminta sikap tegas dari pihak kampus untuk mengakomodir kepentingan mahasiswi dan memberikan rasa nyaman dan aman yang ada di lingkungan kampus UNISKA MAB.

BEM Uniska MAB menghendaki adanya langkah konkrit yang dilakukan oleh pihak kampus agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Adapun langkah konkrit tersebut tentunya harus diaktualisasikan dalam bentuk nyata, sebagai langkah preventif terhadap perlindungan hak perempuan. Tentunya, harus mampu diakomodir oleh pihak kampus, diantaranya sebagai berikut :

1. Menuntut pihak kampus untuk mengadakan layanan konseling maupun badan atau lembaga khusus untuk penyelesaian atau penanganan untuk kasus tersebut (kasus pelecehan) dari rektorat.

2. Melakukan sosialisasi terkait adanya layanan tersebut baik kepada pejabat kampus, mahasiswa atau mahasiswi terhadap orang yang berada di dalam civitas Kampus UNISKA MAB guna menciptakan rasa aman dan nyaman di dalam lingkungan
kampus.

3. Perlu adanya peraturan yang mengikat sebagai bentuk upaya preventif terhadap setiap kasus pelecehan seksual agar meminimalisir terjadinya hal tersebut. Menindak tegas pelaku pelecehan seksual apabila kejadian serupa terjadi kembali.

4. Kementerian pemberdayaan perempuan mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual atau hal yang merendahkan kaum perempuan di manapun dan dalam bentuk apapun itu, khususnya di lingkungan Kampus UNISKA MAB. (NS/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA