iklan di pojokbanua

Pelantikan Ketua DDII Kalsel dan Peluncuran Buku Ustaz H Chairani Idris

waktu baca 2 menit
Minggu, 29 Agu 2021 10:20 0 Khairun Nisa

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kalsel melantik ketua berserta pengurusnya untuk masa bakti 2020-2025.

Pelatikan dihelat di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota Banjarmasin, oleh Sekretaris Umum DDII, Avid Solihin, dengan disaksikan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, Sabtu (28/08/2021).

Selain melantik pengurus baru, kegiatan yang juga dihadiri Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, H Mansyah Sabri, dan pengurus DDII kabupaten/kota se Kalsel itu, juga dirangkai dengan meluncurkan buku 70 tahun Ustaz H Chairani Idris.

Lebih menariknya lagi, selain digelar melalui Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring), saat itu juga terdapat dua agenda acara yang dilaksanakan sekaligus yakni, Pembukaan Rakerwil dan Doa Islamiah Indonesia Kalimatan Selatan.

Seperti diketahui, Ustaz H Chairani Idris merupakan putra asli Kalsel yang lahir di Kalua, Kabupaten Tabalong, pada 17 Agustus 1951 silam. Ia merupakan penggagas lahirnya Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA) yang kini bertebaran di seluruh nusantara.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum BKPMI (Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia) Kalsel pada 1980 hingga 1990.

“Selamat dan sukses atas pelantikan Ketua, Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kalimantan Selatan dan juga peluncuran buku 70 tahun Ustaz H Chairani Idris,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina

Ibnu berharap dengan adanya peluncuran buku 70 tahun Ustaz H Chairani Idris ini, warga bisa mengambil ilmu dan pelajaran yang bisa dipetik. Ia pun melanjutkan, dengan diterbitkannya buku ini semoga bisa membuat masyarakat tertarik untuk menulis.

Dalam kesempatan tersebut, pemimpin Bumi Kayuh Baimbai ini juga memohon doa dan restu agar di usia ke 495 pada 24 September 2021 nanti, Kota Banjarmasin sudah memiliki sebuah museum.

“Jadi sekiranya dokumen perjalanan kota ini harus kita dokumentasikan dengan baik, dan perpustakaan atau museum itu adalah simbol peradaban sebuah kota. Jadi kemanapun biasa kita berjalan, pasti kita ingin tahu sejarah kota itu, sejarah tempat, etnis, berbagai macam organisasi, dan museum serta perpustakaan adalah salah satu tempatnya,” tutupnya. (KN/SB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA