iklan di pojokbanua

Pekerjaan Kebocoran Pipa, BPAM Banjarbakula Target Ujicoba Lima Hari ke Depan

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Apr 2024 19:48 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Balai PAM (BPAM) Banjarbakula berupaya maksimal dalam pekerjaan kebocoran pipa transmisi GRP diameter 1200.

Namun, Kepala BPAM Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir mengakui pihaknya menghadapi kendala dalam perbaikan pipa, yaitu kelengkapan aksesoris yang tidak tersedia lagi di pasaran. Hal ini pun coba disiasati, dengan membuat duplikatnya dengan 3 vendor yang memungkinkan untuk memproduksi.

“Direncanakan pada Kamis (18/4/2024), salah satu vendor selesai memproduksi aksesoris tersebut dan dijadwalkan untuk langsung dipasang pada titik kebocoran,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima pojokbanua.com, Rabu (17/4/2024) sore.

Lebih lanjut Berty menjelaskan, tim teknis telah melaksanakan pembukaan titik kebocoran pipa sehingga dapat mengidentifikasi secara visual kebocoran yang terjadi. Ia menargetkan, lima hari ke depan ujicoba untuk pengoperasian intake Mandikapau dapat dilaksanakan.

“Tim teknis telah melaksanakan pembukaan titik kebocoran pipa, sehingga dapat mengidentifikasi secara visual kebocoran yang terjadi. Sehingga 5 hari ke depan bisa diujicoba untuk pengoperasian intake Mandikapau dengan ketentuan teknis yang disarankan,” jelasnya.

Adapun berbagai skenario telah dijalankan BPAM Banjarbakula. Sebelumnya, BPAM Banjarbakula menggelar rapat bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Dinas PUPR Kalimantan Selatan (Kalsel) dan PTAM Intan Banjar, dengan keputusan yakni memakai unit Pompa Banjir Portable Kapasitas 250 lpd milik BWS Kalimantan III untuk menyuplai air baku ke WTP milik BPAM Banjarbakula.

“Setelah unit tiba di lokasi dan dikaji tim teknis, skenario ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakan karena kondisi teknis unit yang tidak memungkinkan,” beber Berty.

Kemudian, skenario lainnya yang dijalankan adalah dengan pemakaian pompa submersible/celup pada saluran irigasi terdekat dengan WTP 500 BPAM Banjarbakula. Pendataan aset pompa yakni dua buah pompa Submersible Grundfos masing-masing 40 lpd milik BPAM Banjarbakula dan satu buah pompa submersible Tsurumi 40 lpd.

“Untuk keperluan aksesoris dalam perhitungan dan pendataan kesiapan bahan. (Skenario ini) mulai dilaksanakan pada Senin (15/4/2024) sampai dengan selesai,” cetus Berty.

Skenario yang juga dijalankan BPAM Banjarbakula yakni menambahkan aksesoris pada sistem WTP 250. Sehingga bisa membagi kelebihan suplai air baku dari intake PTAM Intan Banjar ke sistem WTP 500 milik BPAM Banjarbakula.

“Kesiapan aksesoris dikonfirmasi pada hari ini, dan pelaksanaan pemasangan pada hari yang sama,” tutur Berty.

Terakhir, BPAM Banjarbakula juga melakukan identifikasi visual dengan melakukan pembongkaran titik kebocoran dengan alat berat. Selanjutnya menyiapkan aksesoris yang diperlukan serta melaksanakan perbaikan yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan.

“(Skenario ini) mulai dilaksanakan pada Rabu (17/4/2024) sampai dengan selesai,” tutup VErty. (rls/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA